Rupiah Menguat ke Rp17.211 Sore Ini Dipicu Sentimen Negosiasi AS-Iran

CNN Indonesia
Senin, 27 Apr 2026 16:23 WIB
Nilai tukar rupiah menguat 0,1 persen ke Rp17.211 per dolar AS pada perdagangan Senin (27/4) sore. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.211 per dolar AS pada perdagangan Senin (27/4) sore. Mata uang Garuda menguat 18 poin atau 0,10 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Penguatan rupiah terjadi seiring pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,12 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,32 persen, sementara peso Filipina cenderung stabil.

Senada, sejumlah mata uang Asia juga mencatat penguatan, seperti dolar Singapura 0,16 persen, yen Jepang 0,14 persen, dan won Korea Selatan 0,40 persen. Sementara itu, baht Thailand melemah 0,36 persen dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,2 persen.

Sementara itu, mata uang utama negara maju bergerak bervariasi. Euro menguat 0,22 persen, poundsterling Inggris naik 0,15 persen, dan dolar Australia terapresiasi 0,48 persen. Dolar Kanada dan franc Swiss masing-masing juga menguat 0,39 persen dan 0,18 persen.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah dipengaruhi perkembangan terbaru dari negosiasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi meredakan tekanan di pasar energi global.

"Para pedagang mempertimbangkan gangguan pasokan terhadap potensi dimulainya kembali pembicaraan damai antara AS dan Iran yang dapat membantu membatasi gangguan tersebut," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Ia menjelaskan, upaya diplomasi mulai terlihat setelah Iran dilaporkan mengajukan proposal baru kepada AS untuk membuka kembali Selat Hormuz dan meredakan konflik.

Sebelumnya, pasar sempat tertekan akibat kekhawatiran eskalasi militer di kawasan tersebut yang mengganggu jalur distribusi minyak global.

Selain sentimen eksternal, faktor domestik juga turut memengaruhi pergerakan rupiah. Lembaga pemeringkat Moody's mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2, meski outlook direvisi dari stabil menjadi negatif.

Meski demikian, pemerintah dan Bank Indonesia dinilai tetap berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar dan pasar keuangan melalui sinergi kebijakan.

Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya cenderung fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp17.210 hingga Rp17.260 per dolar AS.

(lau/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK