Danantara Buka Suara soal Beli Saham Ojol
Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) buka suara mengenai kabar bahwa pihaknya akan membeli saham perusahaan aplikator ojek online atau ojol. Di mana, pembelian saham dilakukan sebagai bentuk perpanjangan tangan pemerintah merealisasikan potongan 8 persen untuk pengemudi ojol.
Terkait kabar tersebut Danantara memastikan untuk melakukan evaluasi terhadap beragam peluang secara berkelanjutan.
"Danantara Indonesia secara berkelanjutan mengevaluasi beragam peluang untuk melaksanakan mandat kami untuk memberikan dampak sosial-ekonomi yang bermakna bagi Indonesia," ujar Tim Komunikasi Danantara Indonesia saat dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu (2/5).
Selain itu, Danantara memastikan akan tetap disiplin dalam menilai peluang berdasarkan kesesuaian strategis, fundamental, profil risk-return, serta penciptaan nilai jangka panjang, sesuai dengan tahapan investasi yang telah ditetapkan.
"Kami tetap disiplin dalam menilai peluang berdasarkan kesesuaian strategis, fundamental, profil risk-return, dan penciptaan nilai jangka panjang, sesuai dengan tahapan investasi yang telah kami tetapkan," ujar Tim Komunikasi Danantara.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan pemerintah melalui Danantara telah membeli sebagian saham aplikator ojol.
Hal itu disampaikan Dasco saat menerima audiensi dari Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) hingga Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) di kompleks parlemen, Jumat (1/5), atau bertepatan dengan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.
Pada momen itu, Dasco mengatakan salah satu tujuan pemerintah membeli sebagian saham aplikator ojol adalah demi memberikan jaminan potongan tarif yang masuk akal bagi para pengemudi ojek daring tersebut.
"Paling pertama adalah menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20 persen atau 10 persen ini, sehingga aplikator hanya akan mengambil delapan persen dari yang dikumpulkan," ujar Dasco.
Dengan diambilnya sebagian saham sejumlah aplikator ojol oleh pemerintah, menurut dia, sistem hingga kebijakan aplikator itu akan disesuaikan secara perlahan dan pasti. Namun yang paling utama, dia mengatakan pemerintah akan berupaya menurunkan angka potongan komisi itu.
Namun, dia tak menjelaskan saham aplikator ojol mana yang sudah dibeli pemerintah, dan berapa banyak. Sebagai informasi saat ini terdapat beberapa aplikator ojol di Indonesia, yang terbesar adalah GoTo dan Grab.
Sementara itu, untuk pembahasan status hubungan kerja bagi pengendara ojol dengan mitra, Ia mengatakan hal tersebut masih disimulasikan.
Di sisi lain, Ia memastikan organisasi-organisasi pengendara ojol akan dilibatkan dalam penentuan kebijakan itu.
"Organisasi-organisasi kawan-kawan ojol ini tetap akan diajak ngomong, akan diajak berembuk," ujar Dasco.
Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 untuk memangkas potongan pendapatan yang diambil perusahaan aplikator dari pengemudi ojek daring menjadi delapan persen.
"Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen, harus di bawah 10 persen," ujar Presiden Prabowo.
(ins)