Di Mana Wilayah dengan Laju Ekonomi Tertinggi pada Kuartal I 2026?

CNN Indonesia
Kamis, 07 Mei 2026 05:45 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat wilayah Bali dan Nusa Tenggara menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada kuartal I 2026. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat wilayah Bali dan Nusa Tenggara menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada kuartal I 2026.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkap pertumbuhan wilayah tersebut berada di atas pertumbuhan nasional sebesar 5,61 persen.

Bali dan Nusa Tenggara tercatat memiliki pertumbuhan ekonomi mencapai 7,93 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan wilayah lain seperti Sulawesi dan Jawa.

"Pertumbuhan ekonomi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 7,93 persen yang merupakan pertumbuhan tertinggi," ujar Amalia dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (5/5).

Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, pertumbuhan ekonomi terutama ditopang sektor pertambangan, industri pengolahan, serta pertanian.

Amalia mengatakan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi kontributor utama pertumbuhan di wilayah tersebut.

"Provinsi yang memberikan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi adalah Nusa Tenggara Barat dengan andil pertumbuhan 4,07 persen," ujar Amalia.

Ia mengatakan tingginya pertumbuhan di NTB didorong lonjakan ekspor luar negeri yang meningkat signifikan hingga 827 persen, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tersebut mencapai 13,64 persen pada kuartal I 2026.

Selain itu, kinerja sektor pertambangan dan industri pengolahan logam juga meningkat pesat.

BPS mencatat sektor pertambangan di NTB tumbuh 31,80 persen, sedangkan industri pengolahan naik 60,25 persen secara tahunan.

Peningkatan ini turut didorong kebijakan relaksasi ekspor konsentrat yang diterapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2025.

Sementara itu, Pulau Sulawesi berada di posisi setelah wilayah Bali dan Nusa Tenggara dengan kontribusi 6,95 persen. Aktivitas industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian menjadi pendorong utama di kawasan tersebut.

Di Sulawesi, Sulawesi Selatan mencatat kontribusi tertinggi sebesar 3,00 persen dan disusul Sulawesi Tengah 1,98 persen.

Di Pulau Jawa, sumber pertumbuhan tercatat 5,79 persen. Kontribusi terbesar berasal dari industri pengolahan, perdagangan, serta sektor informasi dan komunikasi.

Di Pulau Jawa, DKI Jakarta menjadi penyumbang terbesar dengan angka 1,58 persen, diikuti Jawa Timur 1,50 persen dan Jawa Barat 1,33 persen.

Kemudian Pulau Sumatra mencatat sumber pertumbuhan 5,13 persen, didukung perdagangan, industri pengolahan, dan pertanian. Sumatra Utara menyumbang 1,16 persen dan Riau 1,04 persen.

Pulau Maluku dan Papua mencatat kontribusi 4,46 persen melalui industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Maluku Utara jadi yang sumbangannya paling dominan, yaitu sebesar 3,78 persen.

Terakhir ada Pulau Kalimantan dengan kontribusi terendah sebesar 4,08 persen yang disumbang melalui perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi. Kalimantan Timur berkontribusi paling besar, yaitu 1,58 persen.

(dhz/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK