Purbaya Bakal Bayar Gaji Manajer Kopdes Untuk 2 Tahun Pakai APBN

CNN Indonesia
Senin, 11 Mei 2026 13:20 WIB
Pembayaran gaji akan menggunakan dana APBN yang sebelumnya sudah dialokasikan untuk program Kopdes Merah Putih. (FOTO:ANTARA/Rivan Awal Lingga).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah akan membayar gaji 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) selama dua tahun.

Pembayaran gaji tersebut akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebelumnya sudah dialokasikan untuk program Kopdes Merah Putih.

"Kita akhirnya harus bayar selama dua tahun," kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (11/5).

Ia menjelaskan pemerintah tidak menambah anggaran baru untuk pembayaran gaji para manajer tersebut. Menurut dia, dana yang digunakan berasal dari sisa alokasi APBN untuk program Kopdes yang belum terpakai.

"Itu kan sebagian dari dana Kopdesnya belum terpakai. Kita masukin situ dulu, jadi enggak ada tambahan dana baru ke APBN. Enggak ada tambahan, sudah dialokasikan di situ," ujar Purbaya.

Dalam skema pembiayaan Kopdes Merah Putih, pemerintah sebelumnya menyiapkan pembayaran cicilan pembangunan koperasi sebesar Rp40 triliun per tahun. Dana tersebut bersumber dari alokasi Dana Desa dalam APBN.

Purbaya mengatakan sebagian dana cicilan itu akan digunakan untuk membayar gaji manajer Kopdes karena kebutuhan cicilan diperkirakan tidak sebesar Rp40 triliun.

"Cicilan Rp40 triliun kan belum dipakai semua kan, akan turun sedikit cicilannya, dari situ mungkin dipakai ya. Dari APBN-nya dari situ," ujarnya.

Pemerintah mencatat sebanyak 483.648 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi rekrutmen manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih/ KDMP) dan pegawai Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan para peserta yang lolos akan mulai menjalani tes kompetensi pada 3 Mei hingga 12 Mei 2026.

"Telah kita umumkan 15 April lalu, pemerintah telah membuka 35.476 formasi. Terdiri dari 30 ribu Manajer KDMP dan 5.476 pegawai koperasi nelayan Kampung Nelayan Merah Putih," ujar Zulhas dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (4/5).

"Pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi sebanyak 483.648 orang," sambungnya.

Zulhas menjelaskan tingginya minat masyarakat terlihat dari total pendaftar yang mencapai 639.732 orang hingga penutupan pada 25 April 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 487.819 pelamar mengunggah kelengkapan dokumen administrasi, lalu 483.648 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk melaju ke tahapan berikutnya.

Seleksi kini memasuki tes kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang akan digelar di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia. Pemerintah memberi keleluasaan peserta memilih lokasi ujian terdekat dengan domisili masing-masing.

"Saat ini, seleksi telah memasuki pelaksanaan tes kompetensi yang akan berlangsung dari tanggal 3 hingga 12 Mei 2026. Tes kompetensi tersebut dilaksanakan dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) yang bertempat pada 72 titik lokasi di seluruh Indonesia," ujar dia.

Menurut Zulhas, sistem CAT dipilih karena sudah menjadi mekanisme seleksi yang lazim dipakai dalam penerimaan aparatur sipil negara sehingga dinilai lebih terukur dan meminimalkan intervensi pihak luar.

Setelah tes kompetensi, peserta yang lolos masih harus menghadapi seleksi lanjutan berupa tes mental, mental ideologi, dan pemeriksaan kesehatan pada 20-31 Mei 2026. Hasil akhir dijadwalkan diumumkan pada 7 Juni 2026 sebelum peserta menjalani pelatihan dasar kemiliteran Komponen Cadangan (Komcad), pelatihan manajerial, dan pembekalan kompetensi bidang.

(dhz/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK