JOGJA FINANCIAL FESTIVAL 2026

Purbaya dan BI Yakin Krisis 1998 Tak Terulang di Tengah Rupiah Ambrol

kum | CNN Indonesia
Jumat, 22 Mei 2026 15:49 WIB
Bank Indonesia dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yakin krisis 98 tak akan terulang meskipun hari ini terjadi pelemahan rupiah terhadap dolar. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida S Budiman mengatakan kondisi rupiah hari dan 1998 tidak sama karena dari sisi disparitas pelemahannya tidak sebanding. Saat ini, level pelemahan rupiah sekitar 5,5 persen secara point to point.

"Kita musti melihat di awal tahun Rp 16.680-an sekarang Rp 17.700-an memang level 17.700 tapi kalau dilihat pelemahan 5,5 persen," kata Aida dalam acara Jogjakarta Financial Festival di Jogja Expo Centre (JEC) pada Jumat (21/5).

Sementara itu, saat krisis 1998 terjadi, tekanan kurs mengalami volatilitas yang sangat dalam, hingga tekanannya setara 639 persen secara poin to poin, yakni dari level Rp 2.300/US$ menjadi Rp 17.000/US$.

Walaupun demikian, dia menegaskan, BI telah mengambil berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pergerakan kurs.

"Saya bukan bilang ini tidak apa-apa, tapi kita harus apa-apa, artinya harus berusaha agar nilai tukar stabil, dan ini dilakukan BI dengan memastikan stabilitas nilai tukar, bukan levelnya, tapi stabilitasnya," papar Aida.

Kebijakan untuk menjaga stabilitas kurs ini BI lakukan dengan skema bauran kebijakan, yakni memanfaatkan instrumen kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara serupa juga menyatakan hal yang sama.

Dia menargetkan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat ke level Rp15 ribu dalam waktu dekat ini.

Hal itu disampaikan Purbaya pada sesi 1on1 bersama Chairman CT Corp Chairul Tanjung (CT) dalam acara Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, DIY, Jumat (22/5).

"Nih temen-temen nggak usah takut nilai tukar bakal jeblok seperti (krisis)1998, nanti Juni akan ada suplai dolar yang cukup signifikan ke ekonomi kita. Jadi rupiah akan menguat," kata Purbaya.

"Kalau saya bilang para pemain valas cepet-cepet jual lah, kita akan dorong Rupiah ke arah 15 ribu. Kata Pak Presiden (Prabowo Subianto), kalau Purbaya masih senyum, ekonomi aman. Nih senyum terus nih," ujarnya.

(asa)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK