Daftar 8 Saham Emiten Indonesia yang Kena Depak FTSE Russell

CNN Indonesia
Rabu, 03 Jun 2026 06:30 WIB
Lembaga pemeringkat indeks saham global FTSE Russell mengeluarkan beberapa saham Indonesia dari daftar indeks FTSE GEIS. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga pemeringkat indeks saham global FTSE Russell mengeluarkan sejumlah saham emiten Indonesia dari daftar indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS).

Pada Sabtu (23/5) lalu, FTSE Russell mengumumkan 4 saham Indonesia didepak dari indeksnya dalam laporan berjudul June 2026 Quarterly Review.

Dalam laporan tersebut, beberapa saham perseroan dikeluarkan karena beberapa alasan. Mulai dari adanya struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSG), mempunyai free float di bawah batas minimum, hingga dinilai gagal penyaringan pengawasan saham atau failed surveillance.

Kemudian, pada Selasa (2/6), 4 saham Indonesia lainnya juga ikut didepak. Keputusan penyesuaian indeks tersebut akan mulai berlaku pada Senin (22/6) mendatang.

"Efektif mulai 22 Juni 2026 karena sekuritas tersebut terdaftar di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, yang merupakan segmen pasar yang tidak memenuhi syarat untuk GEIS, dan sesuai dengan Perlakuan Indeks Indonesia untuk Tinjauan Indeks Juni 2026," tulis FTSE Russell dalam pengumuman resminya, Selasa (2/6).

Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan segmen pencatatan yang tidak masuk dalam kriteria kelayakan FTSE Global Equity Index Series. Karena itu, saham-saham yang berada pada papan tersebut berpotensi dikeluarkan dari indeks FTSE Russell.

Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menilai pengeluaran saham ini dilakukan sebagai konsekuensi jangka pendek dari reformasi pasar modal yang dilakukan self regulatory organization (SRO).

"Kita pahami itu sebagai konsekuensi jangka pendek dari upaya reformasi yang kita lakukan bersama-sama di pasar modal kita," ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta Selatan, seperti dikutip Detikfinance, Senin (25/5).

Berikut saham emiten Indonesia yang didepak FTSE Russell beserta alasannya:

1. PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA)

Saham milik Grup Sinar Mas ini didepak dari kategori large cap GEIS lantaran masuk dalam kategori saham dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSG), dilansir dari detik.com.

"Failed high shareholding concentration (gagal memenuhi kriteria konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi)," tulis pengumuman FTSE Russell, Sabtu (23/5).

2. PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ)

Saham perseroan ini dikeluarkan dari kategori micro cap karena memiliki free float di bawah batas minimum.

3. PT Hillcon Tbk (HILL)

Saham emiten ini dinilai tidak memenuhi kriteria lantaran gagal penyaringan pengawasan saham atau failed surveillance stocks screen.

4. PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA)

Saham dari perusahaan ini juga didepak dengan alasan tidak memenuhi kriteria lantaran gagal penyaringan pengawasan saham (failed surveillance stocks screen).

5. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)

Saham ini dikeluarkan dari GEIS Mid Cap Index karena dianggap tak memenuhi persyaratan indeks setelah tercatat di Papan Pengembangan BEI.

6. PT Trimegah Bangun Persada (NCKL)

Begitu pun dengan saham perusahaan ini juga didepak dari GEIS Mid Cap Index karena dianggap tak memenuhi persyaratan indeks.

7. PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID)

Saham perseroan ini dicoret dari GEIS Micro Cap Index setelah gagal memenuhi proses peninjauan indeks (failed surveillance stocks screen).

8. PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA)

Saham perusahaan ini pun dikeluarkan dari Micro Cap Index karena dianggap gagal memenuhi proses peninjauan indeks (failed surveillance stocks screen).

(fln/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK