Profil Said Iqbal, dari Buruh Jadi Penasihat Ketenagakerjaan Prabowo
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal resmin dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh pada Senin (8/6) sore.
Jabatan tersebut disebut memiliki kedudukan setingkat menteri sesuai Peraturan Presiden Nomor 137 Tahun 2024.
Lantas siapa Said Iqbal dan bagaimana rekam jejaknya?
Said Iqbal lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968. Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 51 Jakarta dan lulus sebagai juara umum pada 1987.
Lihat Juga : |
Setelah itu, ia melanjutkan studi D3 Teknik Mesin di Politeknik Universitas Indonesia, kemudian meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari Universitas Jayabaya dan menyelesaikan pendidikan Magister Ekonomi di Universitas Indonesia.
Karier Said Iqbal tak langsung dimulai dari dunia politik maupun organisasi buruh tingkat nasional. Ia mengawali kiprahnya sebagai pekerja di sebuah perusahaan elektronik di Kabupaten Bekasi dan aktif dalam serikat pekerja di tempatnya bekerja sejak 1992.
Setelah reformasi 1998 membuka ruang bagi pembentukan serikat pekerja independen, Said Iqbal bersama sejumlah aktivis buruh mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
Di organisasi tersebut ia menjabat sekretaris jenderal pada periode 1999-2006 sebelum kemudian dipercaya menjadi Presiden FSPMI.
Namanya semakin dikenal ketika memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), organisasi yang menaungi berbagai federasi serikat pekerja dari sejumlah sektor industri.
Di bawah KSPI, Said Iqbal kerap menjadi wajah berbagai aksi buruh nasional yang menyoroti isu upah, jaminan sosial, hingga perlindungan tenaga kerja.
Selain aktif di tingkat nasional, Said juga terlibat dalam berbagai forum ketenagakerjaan internasional.
Ia tercatat menjadi Wakil Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC), anggota General Council International Trade Union Confederation (ITUC), anggota Central Committee World Metalworkers' Federation (IMF), hingga delegasi Indonesia dalam Konferensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).
Pada 2013, Said menerima penghargaan internasional The Febe Elisabeth Velasquez Award dari serikat pekerja Belanda, FNV. Penghargaan tersebut diberikan kepada aktivis buruh yang dinilai berkontribusi dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di negaranya.
Di bidang politik, Said kini menjabat Presiden Partai Buruh sejak partai tersebut diaktifkan kembali pada 5 Oktober 2021. Ia juga tetap memimpin KSPI yang menjadi salah satu organisasi buruh terbesar di Indonesia.
Selama kiprahnya sebagai aktivis, Said Iqbal dikenal aktif menyuarakan berbagai isu ketenagakerjaan.
Salah satu gerakan yang paling banyak mendapat perhatian adalah kampanye Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah (HOSTUM) pada 2012-2013 yang diwarnai aksi dan mogok kerja di berbagai daerah.
Ia juga terlibat dalam perjuangan Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) yang mendorong lahirnya sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan program jaminan pensiun bagi pekerja.
(del/sfr)