Rupiah Loyo, Zulhas Umumkan Subsidi Kedelai Impor Rp2.000 per Kg

CNN Indonesia
Rabu, 10 Jun 2026 03:45 WIB
Zulhas mengatakan kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar harga kebutuhan pokok tidak membebani masyarakat dalam kondisi apa pun. (FOTO:CNN Indonesia/Tunggul).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah sepakat untuk memberikan subsidi kedelai senilai Rp2.000 per kilogram untuk menjaga harga tahu dan tempe di tengah tekanan kenaikan biaya bahan baku impor akibat pelemahan nilai tukar rupiah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar harga kebutuhan pokok tidak membebani masyarakat dalam kondisi apa pun.

"Oleh karena itu tadi kita putuskan disubsidi Rp2.000 per kilo. Pemerintah menyediakan untuk 250.000 ton pertama melalui Bulog," kata Zulhas dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6).

Ia menjelaskan kedelai yang digunakan sebagai bahan baku tahu dan tempe hampir seluruhnya masih berasal dari impor.

Karena itu, pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS berpotensi memengaruhi harga maupun ukuran produk yang diterima konsumen.

Menurut Zulhas, pemerintah menilai perlu melakukan intervensi agar pelaku usaha, khususnya pengrajin tahu dan tempe, tidak terbebani lonjakan biaya bahan baku.

"Kedelai yang hampir 100 persen impor itu tentu akan terkait harganya. Mungkin enggak naik, tapi ukurannya kurang," ujarnya.

Pemerintah menyiapkan subsidi untuk tahap awal sebesar 250 ribu ton kedelai impor. Penyalurannya akan melibatkan Perum Bulog, sementara mekanisme teknis pelaksanaannya masih akan dibahas lebih lanjut oleh kementerian terkait.

Zulhas mengatakan keputusan tersebut telah dilaporkan kepada Sang Kepala Negara.

Selanjutnya, skema pelaksanaan subsidi akan disusun bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan.

"Nanti Bulog yang akan teknisnya seperti apa. Ini sudah lapor ke Bapak Presiden," katanya.

Adapun subsidi Rp2.000 per kilogram untuk 250 ribu ton kedelai impor diberikan guna menjaga stabilitas harga di tingkat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pengrajin tahu dan tempe sekaligus melindungi daya beli konsumen.

(del/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK