Bos OJK Respons BI Rate Naik ke 5,5 Persen dan Seruan 'Sell Indonesia'

CNN Indonesia
Rabu, 10 Jun 2026 14:13 WIB
OJK memastikan akan terus memantau kondisi sektor jasa keuangan, pasca BI menaikkan BI Rate secara tiba-tiba sebanyak 25 basis poin menjadi 5,5 persen. (Foto: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan akan terus memantau kondisi sektor jasa keuangan setelah Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pihaknya menghormati langkah BI yang bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global.

Menurut perempuan yang akrab disapa Kiki itu OJK bersama BI, Kementerian Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus berkoordinasi dalam kerangka Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk memantau perkembangan terkini.

"Kita melakukan assessment terus, terutama terhadap bagaimana ketahanan sektor jasa keuangan kita," ujar Kiki di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (9/6).

Ia mengatakan pengawasan dilakukan khususnya terhadap perbankan yang memiliki eksposur besar terhadap pergerakan nilai tukar. Selain itu, OJK juga mencermati keterkaitan risiko antar sektor, termasuk hubungan antara sektor perbankan dan pasar modal.

"Dan sampai saat ini kita melihat bahwa kondisi sektor jasa keuangan kita masih terjaga. Tapi tentu saja kita tidak lengah dan terus mencermati berbagai perkembangan yang ada," katanya.

Meski demikian, Kiki mengakui ketidakpastian global masih tinggi, termasuk akibat konflik yang memanas di Timur Tengah.

Dalam kesempatan yang sama, Kiki juga menanggapi maraknya seruan "sell Indonesia" yang sempat beredar di kalangan investor asing dan media sosial. Ia meminta masyarakat tidak langsung mempercayai ajakan tersebut tanpa melakukan analisis yang rasional.

"Gini loh teman-teman, kan kita sendiri tinggal di Indonesia. Kita lihat juga bagaimana Indonesia ini secara fundamental sebetulnya kita lihat baik ya. Jadi kalau menurut saya kalau ada ajakan-ajakan seperti itu jangan telan mentah-mentah," ujarnya.

Kiki menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat sehingga masyarakat perlu lebih jernih dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di pasar.

"Jadi kita harus lebih rasional lah untuk segala ajakan-ajakan seperti itu. Kita sayang lah sama Indonesia, kita cintai negara kita, dengan melihat segala sesuatu dengan lebih jernih," katanya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak ikut menyebarkan rumor yang dapat memperburuk sentimen pasar.

"Jadi salah satu bentuk kita mencintai negara kita, sama-sama kita menjaga lah situasi saat ini, jangan menambah dengan rumor-rumor yang tidak bertanggung jawab," tandasnya.

(lau/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK