IHSG Bangkit Tembus Level 6.000, COO Danantara Ajak Jaga Optimisme

tim | CNN Indonesia
Jumat, 12 Jun 2026 13:18 WIB
IHSG berhasil mencatatkan kebangkitan yang signifikan pada perdagangan Jumat (12/6) dengan kembali menembus level psikologis 6.000. (CNNIndonesia/Adi ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kebangkitan yang signifikan pada perdagangan Jumat (12/6) dengan kembali menembus level psikologis 6.000.

Penguatan indeks ini secara dominan ditopang oleh kinerja positif saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya sektor pertambangan, perbankan pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan Telkom.

Sejak sesi pembukaan, saham-saham BUMN mencatatkan volume akumulasi beli yang masif dari investor domestik maupun asing. Saham BUMN di sektor pertambangan misalnya, naik hingga di kisaran 7 persen.

Kepercayaan pasar terhadap ketahanan dan profitabilitas BUMN menjadi katalis utama yang berhasil membalikkan arah IHSG ke zona hijau dan memberikan energi positif bagi pasar modal Indonesia.

Menanggapi pencapaian positif ini, COO Danantara yang juga kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pemangku kepentingan di pasar modal.

"Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kinerja positif IHSG yang hari ini berhasil kembali menembus level 6.000. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelaku pasar dan investor yang terus menaruh kepercayaan tinggi pada pasar modal Indonesia, dan secara khusus pada saham-saham BUMN," ujar Dony Oskaria di Jakarta, Jumat (12/6).

Lebih lanjut, Dony menegaskan bahwa dominasi saham BUMN dalam mendorong laju IHSG bukanlah sebuah kebetulan. Dia bersyukur hasil dari transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang terus berjalan di tubuh perusahaan-perusahaan negara direspons positif oleh pasar.

"Momentum positif ini menandakan bahwa kebijakan yang sedang dijalankan berada di jalur yang tepat. Iklim investasi yang stabil adalah kunci menarik kemitraan strategis bernilai tinggi. Bagi masyarakat luas, stabilitas ini memastikan biaya kebutuhan pokok terkendali, dan aliran investasi akan bermuara pada penciptaan lapangan kerja baru yang lebih luas. Hilangkan keraguan, mari bersama-sama kita jaga optimisme," ungkap Dony.

Kebangkitan IHSG dan Rupiah hari ini tidak lepas dari sinergi langkah cepat dan strategis pemerintah bersama otoritas terkait. Pada 9 Juni 2026, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah taktis dengan menyesuaikan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen, sebuah keputusan krusial yang langsung memulihkan kepercayaan pasar.

Langkah ini diperkuat dengan konsolidasi yang diinisiasi Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Dalam sepekan terakhir, Dasco menggelar rangkaian pertemuan intensif untuk menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter. Dimulai pada 6 Juni dengan pertemuan tertutup bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI Perry Warjiyo, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan pimpinan Komisi XI DPR. Konsolidasi berlanjut pada 9 Juni dengan mempertemukan perwakilan Danantara, Himbara, BPJS, hingga asuransi BUMN.

Menyikapi sinergi tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, meminta publik untuk tetap tenang dan tidak khawatir karena instrumen pengaman ekonomi Indonesia bekerja dengan sangat baik dan fundamental perbankan terbukti kuat.

"Terima kasih kepada Mas Dasco yang terus memfasilitasi ruang diskusi. Alhamdulillah, sesungguhnya fundamental ekonomi kita, khususnya dari sisi perbankan, sangat kuat," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan.

Prasetyo juga secara khusus mengapresiasi kolaborasi para pelaku pasar negara. "Kami berterima kasih kepada Pak Dony (Oskaria) beserta seluruh jajaran di Himbara, kemudian dari Taspen, BPJS, dan INA yang terus berkoordinasi. Kita akan terus bekerja keras mengatasi tantangan ekonomi demi menciptakan kondisi yang stabil sebagaimana harapan kita bersama," sambungnya.

Ke depan, BP BUMN bersama Danantara berkomitmen untuk terus mengawal performa seluruh portofolio perusahaan negara agar tetap adaptif dan tangguh menghadapi dinamika ekonomi global, serta secara konsisten hadir memberikan nilai tambah maksimal bagi pemegang saham dan kesejahteraan rakyat Indonesia.



KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK