Rupiah Unjuk Gigi ke Rp17.708 per Dolar AS Senin Sore
Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp17.708 per dolar AS pada perdagangan Senin (15/6) sore. Mata uang Garuda menguat 152 poin atau 0,85 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang bergerak di zona hijau terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,07 persen, peso Filipina naik 0,53 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,19 persen, dolar Singapura menguat 0,20 persen, yen Jepang naik 0,07 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,28 persen. Sementara dolar Hong Kong bergerak stabil.
Di kelompok mata uang negara maju, euro Eropa menguat 0,34 persen, poundsterling Inggris naik 0,20 persen, dolar Australia terapresiasi 0,39 persen, dolar Kanada menguat 0,11 persen, dan franc Swiss naik 0,44 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan indeks dolar AS dipicu meningkatnya optimisme pasar terhadap tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz.
"Presiden AS Donald Trump dan wakil menteri luar negeri Iran mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dan melanjutkan lalu lintas melalui Selat Hormuz. AS dan Iran akan menandatangani nota kesepahaman di Swiss pada hari Jumat, kata perdana menteri Pakistan, yang negaranya telah bertindak sebagai mediator," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Menurut Ibrahim, penurunan harga minyak mentah dunia juga menjadi sentimen positif bagi perekonomian domestik karena dapat mengurangi tekanan terhadap defisit APBN dan memperbaiki prospek fiskal Indonesia.
Selain itu, pasar juga menantikan hasil rapat dewan gubernur Bank Indonesia pekan ini setelah bank sentral menaikkan BI Rate menjadi 5,50 persen pada awal Juni lalu sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menahan arus keluar modal asing.
Ia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.650 hingga Rp17.700 per dolar AS pada perdagangan Selasa (16/6).
(lau/sfr)