Kepercayaan Investor Tinggi, Minat Global Bond Danantara Tembus Rp81 T

CNN Indonesia
Selasa, 16 Jun 2026 12:25 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyebut kepercayaan investor terhadap Indonesia sangat tinggi. (CNN Indonesia/Lidya Julita Sembiring).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyebut kepercayaan investor terhadap Indonesia masih sangat tinggi.

Rosan menyebut temuan itu usai Danantara berkeliling (roadshow) obliglasi global (global bond) ke sejumlah negara mulai dari Hongkong, Inggris, Singapura, dan Amerika Serikat.

"Setelah kami melakukan roadshow di beberapa negara itu dan kami sampaikan juga kebijakan-kebijakan policy dan investasi dari Danantara lakukan, alhamdulillah saya boleh laporkan responsnya itu sangat baik," ujar Rosan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/6).

Rosan menyebut target yang ingin dicapai dari Global Bond Danantara sebenarnya hanya US$1 miliar atau sekitar Rp17,72 triliun (asumsi kurs Rp17.729 per dolar AS). Ternyata, permintaan yang masuk mencapai US$4,6 miliar atau sekitar Rp81,55 triliun.

"Melihat animo yang begitu tinggi, akhirnya kami upsize atau meningkatkan dari US$1 miliar menjadi US$1,5 miliar, yang di mana itu dibagi menjadi 5 tahun dan juga 10 tahun," ucap dia.

"Nah dari yang 5 tahun ini, yang awalnya tadinya kami diindikasikan karena keadaan memang juga sedang pada saat itu memang pasar modal kita sedang turun, kemudian mata uang kita juga kita sedang tertekan, memang waktu itu banyak mempertanyakan timing-nya juga," imbuhnya.

Rosan mengatakan banyaknya peminat terhadap Global Bond Danantara itu sebagai bukti kepercayaan investor terhadap Indonesia.

"Ini real. Kenapa? Karena Tanggal 11 kemarin kita sudah signing, dan tanggal 18 ini akan masuk ke dalam rekening Danantara," ujar dia.

Selain itu, Rosan juga membantah anggapan bahwa tidak akan ada investor yang mau berinvestasi di Indonesia.

Pasalnya, menurut Rosan, kenyataannya berbeda. Kini, data dan statistik yang ada menunjukkan bahwa anggapan itu otomatis terbantahkan.

"Ini yang menyatakan bahwa bond kita ini memang sangat sukses dilihat dari segi permintaannya, dilihat dari segi yield-nya yang relatif rendah," ucap Rosan.

(mnf/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK