Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga, Tertinggi Selama 31 Tahun

CNN Indonesia
Selasa, 16 Jun 2026 23:00 WIB
BoJ menaikkan suku bunga menjadi 1 persen, menjadikannya tertinggi sejak 1995. (AFP/KAZUHIRO NOGI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Sentral Jepang (BoJ) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,0 persen pada Selasa (16/6), menandai kenaikan pertama sejak Desember 2025. Suku bunga Jepang sekarang tertinggi dalam 31 tahun ke belakang atau sejak 1995.

Kenaikan ini disebabkan Jepang ingin memerangi inflasi yang disulut perang di Timur Tengah, bahkan dilakukan walau Amerika Serikat (AS) dan Iran sudah menyepakati perjanjian perdamaian.

Keputusan menaikkan suku bunga ini memang sudah diperkirakan luas bakal dilakukan Jepang. Ini Bank Sentral Eropa dan Indonesia pekan lalu setelah konflik Timur Tengah menyebabkan kekacauan ekonomi dan kenaikan harga di seluruh dunia.

Inflasi AS saat ini mencapai level tertinggi dalam tiga tahun, Bank Sentral AS alas The Fed diperkirakan akan mengikuti langkah tersebut, namun diprediksi tidak akan terjadi di pertemuan pertama pimpinan baru Kevin Warsh pekan ini.

"Meskipun harga minyak mentah yang lebih tinggi telah memberikan tekanan ke bawah pada aktivitas ekonomi, ekonomi secara umum didukung oleh faktor-faktor seperti tingkat keuntungan perusahaan yang tinggi dan peningkatan situasi ketenagakerjaan dan pendapatan," kata BoJ, diberitakan AFP.

Indeks harga konsumen (CPI) berada di bawah dua persen sebagian berkat subsidi energi pemerintah.

"Namun, dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap transaksi bisnis antarperusahaan telah berlangsung dengan relatif cepat, yang dapat menyebar ke kenaikan harga konsumen di berbagai barang," tambah BoJ.

"Dengan latar belakang ini, dan mengingat ekspektasi inflasi jangka menengah hingga panjang juga terus meningkat, ada risiko inflasi CPI yang mendasarinya menyimpang ke atas hingga mencapai tingkat di atas target stabilitas harga sebesar dua persen."

Ke depan, BoJ mengatakan akan "terus menaikkan suku bunga kebijakan dan menyesuaikan tingkat akomodasi moneter".

"Dalam hal ini, akan mempertimbangkan waktu dan kecepatan penyesuaian, sambil memantau dengan cermat dampak perkembangan situasi di Timur Tengah di masa mendatang terhadap aktivitas ekonomi dan harga di Jepang," katanya.

BoJ juga mengindikasikan bakal menghentikan pengurangan program pembelian obligasi besar-besaran setelah April mendatang.

Nilai Yen

Amerika Serikat dan Iran telah sepakat mengakhiri perang tiga bulan mereka di semua front dan membuka kembali Selat Hormuz, yang sebelum konflik dilalui sekitar seperlima minyak dan gas dunia.

Kesepakatan tersebut dijadwalkan akan ditandatangani secara fisik di Swiss pada Jumat (19/6).

Jepang sangat bergantung pada Timur Tengah untuk sekitar 90 persen pasokan minyak mentahnya sebelum perang dimulai pada 28 Februari.

Masalah Jepang diperparah jatuhnya nilai yen, yang disebabkan kenaikan harga minyak dan kesenjangan antara suku bunga AS dan Jepang, yang termasuk yang terendah di negara maju.

Pemerintah menghabiskan sekitar 11,7 triliun yen (US$72 miliar) bulan lalu untuk menopang mata uang tersebut, yang telah terpuruk di sekitar 160 yen terhadap dolar AS.

Yen sempat melonjak terhadap dolar AS setelah pengumuman pada Selasa, sementara indeks saham Nikkei 225 naik di atas 70.000 poin untuk pertama kalinya.

Wakil Gubernur BoJ Shinichi Uchida dijadwalkan berbicara kepada media pada Selasa sore setelah keputusan menaikkan suku bunga. Dia menggantikan Gubernur BoJ Kazuo Ueda yang sedang dirawat di rumah sakit.

BoJ berada di bawah tekanan pasar untuk terus memperketat suku bunga, dan juga dari Perdana Menteri Sanae Takaichi yang meminta tidak menghambat pertumbuhan dengan biaya pinjaman yang tinggi.

BoJ mulai menaikkan suku bunga dari bawah nol pada 2024 setelah hampir dua dekade kebijakan moneter sangat longgar.

(fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK