Freeport Gaet Pemkab Mimika-YPMAK, Perkuat Program Pendidikan-Ekonomi

CNN Indonesia
Rabu, 17 Jun 2026 19:22 WIB
PT Freeport Indonesia (PTFI), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menandatangani tiga nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kolaborasi pengembangan sektor pendidikan, kesehatan, ekono
PT Freeport Indonesia, Pemkab Mimika, dan YPMAK menandatangani 3 MoU untuk memperkuat kolaborasi sektor pendidikan hingga infrastruktur di Mimika, Papua Tengah. (CNN Indonesia/Laurent Nabila ZT).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Freeport Indonesia (PTFI), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menandatangani tiga nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kolaborasi pengembangan sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga infrastruktur di Mimika, Papua Tengah.

Penandatanganan dilakukan di Jakarta, Rabu (17/6), yang mencakup nota kesepahaman antara Pemkab Mimika dan PTFI terkait pengembangan bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur; perpanjangan kerja sama pemanfaatan tailing yang dihasilkan PTFI; serta nota kesepahaman antara Pemkab Mimika dan YPMAK mengenai pengembangan pendidikan dan infrastruktur.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan kerja sama tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi yang selama ini telah terjalin antara perusahaan, pemerintah daerah, dan YPMAK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hubungan kerja antara Freeport Indonesia, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan YPMAK sudah sangat baik sekali. Dan itu perlu dilanjutkan. Kalau misalnya ada hal-hal yang masih perlu lebih giat lagi dilakukan, nah inilah MoU itu," ujar Tony.

Tony menambahkan kolaborasi tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas program-program yang telah berjalan demi mendorong kesejahteraan masyarakat Mimika, khususnya masyarakat Amungme, Kamoro, suku kerabat, hingga masyarakat non-orang asli Papua yang tinggal di wilayah tersebut.

Ia menegaskan fokus kerja sama akan diarahkan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi berbasis desa.

"Konsentrasi kita tentu saja adalah pendidikan, kesehatan, dan juga ekonomi yang berbasis desa, infrastruktur, dan lain sebagainya yang kami harapkan sinergi itu bisa terus kita lakukan bersama-sama," katanya.

Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan penandatanganan nota kesepahaman tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antar pihak agar pembangunan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

Ia menilai selama ini sejumlah program yang dijalankan pemerintah daerah, Freeport, maupun YPMAK masih kerap tumpang tindih karena kurangnya koordinasi.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kita berkolaborasi, berkoordinasi dan berkomunikasi dengan baik agar semua rencana kita bisa terwujud di Kabupaten Mimika," ujar Johannes.

Ia mencontohkan sejumlah program di sektor kesehatan dan pendidikan yang selama ini dijalankan masing-masing pihak tanpa integrasi yang memadai, seperti program penurunan stunting, pengembangan layanan kesehatan, hingga pemberian beasiswa.

Menurut Johannes, ke depan seluruh program tersebut akan disinergikan melalui tindak lanjut perjanjian kerja sama yang lebih teknis agar pelaksanaan pembangunan menjadi lebih efektif.

"Sesudah kita tanda tangan MoU, saya berharap kita semua serius. Kita mulai menilai apa yang harus kita lakukan ke depan sama-sama," katanya.

Ketua Pengurus YPMAK Leonardus Tumuka mengatakan kerja sama tersebut juga akan memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat yang selama ini dijalankan yayasan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Menurutnya, penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan Freeport akan mempercepat pelaksanaan program serta memperluas dampaknya bagi masyarakat penerima manfaat.

"Apa yang sudah kita lakukan, saya pikir ini akan justru lebih cepat pergerakannya dan dampaknya akan lebih besar untuk masyarakat ke depan," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr) Add as a preferred
source on Google