Rupiah Keok ke Rp17.804 per Dolar AS Sore Ini
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.804 per dolar AS pada perdagangan Jumat (19/6) sore. Mata uang Garuda melemah 8 poin atau 0,06 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga berada di zona merah terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia terdepresiasi 0,62 persen, peso Filipina turun 0,33 persen, dolar Singapura melemah 0,14 persen, yuan China terkoreksi 0,11 persen, dan dolar Hong Kong melemah 0,02 persen.
Sementara itu, sebagian mata uang Asia lainnya bergerak menguat. Won Korea Selatan terapresiasi 0,75 persen dan yen Jepang naik 0,06 persen terhadap dolar AS.
Di kelompok mata uang negara maju, mayoritas juga melemah terhadap dolar AS. Franc Swiss turun 0,22 persen, poundsterling Inggris melemah 0,07 persen, euro Eropa terkoreksi 0,03 persen, dan dolar Kanada turun 0,01 persen.
Sedangkan dolar Australia menjadi satu-satunya yang menguat dengan kenaikan 0,04 persen.
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan dolar AS masih ditopang oleh sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), yang membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan hingga akhir tahun.
Menurutnya, sembilan dari 19 pembuat kebijakan The Fed masih memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga pada tahun ini. Sikap tersebut membuat imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat dan mendorong dolar AS ke level terkuatnya dalam lebih dari setahun.
Dari dalam negeri, Ibrahim menilai pasar merespons positif keputusan MSCI yang mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market. Keputusan tersebut meredakan kekhawatiran investor terkait potensi penurunan status pasar Indonesia dan membuka peluang masuknya kembali aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.
"MSCI mengumumkan posisi Indonesia masih berada di level negara berkembang atau Emerging Market, karena Indonesia mendapat sejumlah keunggulan pada aspek keterbukaan pasar," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com.
"Hal itu menjadi salah satu faktor MSCI masih mempertahankan Indonesia di kelas negara berkembang, setelah sempat memberikan sinyal penurunan kelas sehingga membuat pasar kembali optimis arus modal asing akan kembali membanjiri pasar keuangan indonesia," tambahnya.
Ibrahim menambahkan rupiah ditutup melemah tipis meski sebelumnya sempat tertekan hingga 55 poin. Untuk perdagangan Senin (22/6), ia memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif namun cenderung melemah dalam rentang Rp17.800-Rp17.850 per dolar AS.