Tiga Hari Beruntun Mati Lampu di Surabaya, PLN Buka Suara

CNN Indonesia
Jumat, 19 Jun 2026 20:57 WIB
PLN UID Jawa Timur buka suara soal pemadaman listrik atau mati lampu bergilir di Surabaya selama 3 hari beruntut sejak Rabu (17/6) hingga hari ini (19/6). Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur buka suara soal pemadaman listrik atau mati lampu bergilir di wilayah Surabaya selama 3 hari berturut-turut sejak Rabu (17/6) hingga hari ini, Jumat (19/6).

Sejumlah kawasan permukiman dan perkotaan di Surabaya yang terjadi mati lampu adalah Simo Kwagean, Kebraon, Pakis Tirtosari, Kedondong, Lidah Wetan, GSI, Rungkut Mejoyo Selatan, Greges Jaya, Babatan Indah, Kedurus, Bintang Diponggo, Jambangan, Karangpilang, Pahlawan, Kutisari, dan Dukuh Kupang.

Selain Surabaya, mati lampu juga terjadi di Sidoarjo, tepatnya di kawasan Pepelegi Indah dan Sekardangan serta di Gresik, meliputi Kota Baru Driyorejo dan Kartini.

Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menjelaskan biang kerok mati lampu itu dipicu kendala teknis pada pembangkit yang menyebabkan turunnya kapasitas suplai listrik ke wilayah-wilayah tersebut.

"PLN saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan menyusul adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik," kata Dana dalam keterangan resmi, Jumat (19/6).

Sebagai respons atas gangguan itu, PLN menerapkan skema manajemen beban untuk mencegah dampak yang lebih luas. Langkah tersebut sebagai upaya menjaga stabilitas sistem kelistrikan secara keseluruhan.

"Untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak serta terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal," kata Dana.

PLN tak merinci pembangkit mana yang mengalami gangguan maupun perkiraan waktu pemulihan secara konkret. Dana hanya menyebut proses penanganan masih terus berlangsung dan melibatkan koordinasi lintas pihak.

"PLN terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan proses penanganan berjalan optimal serta keandalan pasokan listrik tetap terjaga. Perkembangan proses penanganan dan pemulihan akan terus kami informasikan melalui kanal komunikasi resmi perusahaan," ujarnya.

Pemadaman listrik tersebut telah memicu kekacauan lalu lintas di sejumlah titik kota di Surabaya, mulai dari matinya beberapa traffic light hingga lumpuhnya palang pintu perlintasan kereta api secara otomatis.

Dua palang pintu kereta di perlintasan sebidang Kota Surabaya sempat tidak berfungsi akibat gangguan pasokan listrik PLN pada Kamis (18/6). Kedua lokasi terdampak adalah JPL 1 Mayangkara dan JPL 17 Jagir.

Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono menyatakan pihaknya segera mengambil langkah antisipatif begitu sistem palang pintu otomatis mati, termasuk menambah jumlah petugas.

"KAI Daop 8 Surabaya telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan menambah personel pengamanan di lokasi dan memasang rambu STOP secara manual. Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, waspada, serta mendahulukan perjalanan kereta api baik saat berfungsi maupun tidak berfungsinya palang pintu kereta api," kata Mahendro, Jumat (19/6).

Dampak mati lampu juga meluas ke jaringan traffic light Surabaya. Pada Jumat (19/6), tujuh simpang lampu lalu lintas padam bersamaan. Petugas Penyediaan Perlengkapan Jalan (PPJ) Dishub Surabaya Abi Dwi Septianto mengakui kondisi itu membuat petugas kewalahan.

Ketujuh titik yang terdampak adalah, ID 126 Balongsari - Tandes, ID 15 Pucang Anom - Pucang Anom Timur, ID 6 Diponegoro - Kartini, ID 11 Bubutan - Tembaan, ID 46 MERR - Kampus C, ID 124 Menganti - Driyorejo, ID 125 Lakarsantri - Made.

"Baru tiga yang bisa kita genset, karena keterbatasan personel dan genset. Padamnya bersamaan jadi kewalahan," kata Abi.

Dampak traffic light mati juga sempat dirasakan warga. Perempatan Jalan Kenjeran yang menghubungkan Jalan Putro Agung dan Jalan Kedung Cowek menjadi salah satu titik terparah dan ramai dibicarakan di media sosial, Kamis (18/6) kemarin.

Ali Topan, warga Bulak Rukem, Kecamatan Bulak, yang ikut terjebak kemacetan mengisahkan pengalamannya. Sejak pukul 14.00 WIB, antrean kendaraan sudah tampak mengular di Jalan Kedung Cowek.

"Pikiran saya macet karena arus lalu lintas, setelah saya cek ternyata lampu lalu lintasnya mati. Sehingga arus lalu lintas semrawut, mulai Jalan Kedung Cowek hingga Jalan Kenjeran," kata Ali.

(fln/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK