Anwar Ibrahim Klaim Rusia Jamin Pasokan Energi Malaysia 20 Tahun

CNN Indonesia
Kamis, 25 Jun 2026 07:00 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengklaim Rusia menjamin pasokan minyak, gas, dan diesel bagi negaranya selama 20 tahun ke depan. (AFP/Mohd Rasfan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengklaim Rusia menjamin pasokan minyak, gas, dan diesel bagi negaranya selama 20 tahun ke depan.

Jaminan itu diberikan langsung oleh Presiden Vladimir Putin dalam pertemuan keduanya di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan ASEAN-Rusia di Kazan, Rusia.

Anwar mengatakan kepastian pasokan energi tersebut menjadi salah satu hasil penting dari kunjungannya ke Rusia dan Turkmenistan pada pertengahan Juni lalu.

"Presiden Putin memberikan jaminan melalui pengaturan jangka panjang bahwa pasokan minyak, gas, dan diesel Malaysia akan tetap aman setidaknya selama 20 tahun ke depan. Hal ini dimungkinkan melalui persahabatan antara negara kita," kata Anwar dikutip dari Channel News Asia.

Anwar bersama para pemimpin negara Asia Tenggara sebelumnya menghadiri KTT Peringatan ASEAN-Rusia pada 17-18 Juni di Kazan.

Dalam kesempatan itu, ia juga menggelar pertemuan bilateral dengan Putin untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk ketahanan energi, kerja sama pasokan minyak, teknologi baru, dan sejumlah isu ekonomi lainnya.

Komitmen Rusia tersebut datang di tengah meningkatnya perhatian negara-negara Asia Tenggara terhadap pasokan energi dari Moskow.

Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu yang sempat mengganggu pasokan minyak dan gas melalui Selat Hormuz, sejumlah negara di kawasan mulai mencari alternatif sumber energi untuk menjaga ketahanan pasokan domestik.

Indonesia, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Myanmar termasuk negara yang menunjukkan minat untuk meningkatkan pembelian minyak dan gas Rusia guna mengatasi potensi kekurangan pasokan energi.

Langkah tersebut sempat dinilai berpotensi menimbulkan gesekan dengan negara-negara Barat yang mendukung Ukraina dalam perang melawan Rusia.

Namun Malaysia tidak ikut menerapkan sanksi Barat terhadap Rusia setelah invasi Moskow ke Ukraina pada 2022. Negeri Jiran tersebut tetap mempertahankan kebijakan yang disebut sebagai netralitas strategis dalam hubungan internasional.

Selain membawa pulang komitmen pasokan energi dari Rusia, Anwar juga mengumumkan sejumlah kesepakatan baru dengan Turkmenistan yang diperoleh dalam kunjungannya pada 18-19 Juni.

Perusahaan energi nasional Malaysia, Petronas, akan terlibat dalam pengembangan dua blok gas besar di negara tersebut. Anwar menilai kerja sama itu akan semakin memperkuat posisi Malaysia sebagai pemain penting di sektor energi global.

"Ini memperkuat posisi Malaysia sebagai pemain energi yang dihormati secara global," tegas Anwar.

(ldy/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK