Harga Minyak Dunia Turun Lagi, Pasar Optimis Arus Selat Hormuz Pulih
Harga minyak dunia kembali turun pada perdagangan Rabu (24/6), memperpanjang tren penurunan pekan ini seiring meningkatnya harapan pasar terhadap pemulihan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Turunnya harga minyak dunia juga didorong meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip Reuters, harga kontrak minyak mentah Brent turun 37 sen atau 0,5 persen menjadi US$76,71 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 36 sen atau 0,5 persen ke level US$72,85 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua acuan minyak tersebut sebelumnya juga ditutup turun hampir 1 persen pada perdagangan Selasa (23/6) dan menyentuh level terendah sejak awal Maret.
Tekanan terhadap harga minyak muncul setelah Washington memberikan keringanan sanksi selama 60 hari kepada Iran menyusul pembicaraan damai awal antara kedua negara. Kebijakan itu membuka peluang bagi Teheran untuk kembali menjual minyak ke pasar internasional.
Selain itu, meredanya konflik di Lebanon turut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Ekonom Senior Mitsubishi UFJ Research and Consulting, Tomomichi Akuta mengatakan optimisme pasar terhadap membaiknya hubungan AS dan Iran menjadi faktor utama yang menekan harga minyak.
"Harga minyak mentah terbebani oleh harapan meredanya ketegangan AS-Iran dan pemulihan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz," ujar Akuta.
Menurut dia, harga minyak berpotensi kembali ke level sebelum konflik apabila negosiasi terkait program nuklir Iran menunjukkan kemajuan lebih lanjut.
"Perkembangan lebih lanjut dalam negosiasi nuklir dapat mendorong harga kembali ke level sebelum perang," katanya.
Pada Selasa, Oman dan Iran sepakat melanjutkan pembahasan mengenai pengelolaan pelayaran di Selat Hormuz di masa depan. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan setiap upaya Iran untuk mengenakan biaya transit di jalur tersebut akan melanggar hukum internasional.
Meski demikian, pasar masih mencermati keberlanjutan kesepakatan damai yang dicapai kedua negara.
Presiden AS Donald Trump mengklaim Iran telah menyetujui inspeksi nuklir tanpa batas waktu. Namun Teheran membantah telah memberikan konsesi tersebut dalam proses negosiasi.
Selain perkembangan diplomatik, investor juga memantau kecepatan pemulihan ekspor minyak dari Timur Tengah. Sumber militer Iran kepada kantor berita Fars menyebut hanya sejumlah terbatas kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz setiap hari dengan koordinasi Angkatan Laut Garda Revolusi Iran.
Meski begitu, data pelacakan kapal menunjukkan pergerakan lalu lintas mulai membaik. Tiga kapal tanker raksasa yang sebelumnya tertahan berhasil melintasi Selat Hormuz pada Selasa.
(ldy/pta) Add
as a preferred source on Google