Luhut Ungkap Penyebab Orang Miskin Bertambah Meski Ekonomi Tumbuh 5%

CNN Indonesia
Kamis, 25 Jun 2026 10:16 WIB
Luhut mengungkap penyebab jumlah orang miskin bertambah banyak meskipun ekonomi Indonesia rata-rata tumbuh 5 persen setiap tahun. (Foto: Arsip Sekretariat Kabinet)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap penyebab jumlah orang miskin bertambah banyak meskipun ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen.

Luhut menyebut penyebab orang miskin bertambah banyak dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya disebabkan kenaikan harga barang-barang. Ia mengklaim DEN sudah melakukan hitungan terkait fenomena ini.

"Itu terjadi bisa mungkin karena kenaikan harga. Kita ada datanya, saya nggak ingat. Dewan Ekonomi sudah menghitung mengenai itu," kata Luhut di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (24/6) dikutip Detikfinance.

Meski demikian, Luhut menegaskan pertumbuhan ekonomi akan tetap terjadi. Pemerintah juga perlu memastikan berbagai program berjalan lebih efisien.

"Kalau ekonomi itu akan tumbuh, bagus. Kita kan harus perhatikan efisiensi. Efisiensi juga tadi target semua yang kita kerjakan," ujarnya.

Ia juga mengingatkan Indonesia tidak memiliki banyak waktu untuk memanfaatkan bonus demografi. Periode bonus demografi Indonesia diperkirakan akan berakhir dalam 10 tahun ke depan.

"Kita juga harus betul-betul menyadari semua bersama bahwa bonus demografi itu akan habis 10 tahun dari sekarang. Kalau kita tidak bekerja dengan baik, maka 2045 itu nanti sulit tercapai," imbuhnya.

Luhut yakin target Indonesia Emas 2045 masih dapat dicapai jika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bekerja secara kompak. Pemanfaatan teknologi dalam sistem pemerintahan juga dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi korupsi.

"Kalau kita semua kompak, itu saya kira nggak ada masalah. Apalagi dengan government technology ini, akan pasti mengurangi korupsi, dan teknologi ini dibuat oleh anak-anak Indonesia," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto sempat menyoroti anomali kondisi ekonomi Indonesia. Ia heran data pertumbuhan ekonomi Indonesia tujuh tahun terakhir yang tak sejalan dengan temuan di lapangan.

Prabowo mengatakan dalam tujuh tahun belakangan, ekonomi RI disebut tumbuh sekitar 5 persen tiap tahun, sehingga dalam tujuh tahun, maka akumulasi pertumbuhan di angka 35 persen.

"Logikanya selama 7 tahun Indonesia tambah kaya 30 persen, 35 persen,"ujar Prabowo di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6).

Namun, Prabowo menyebut selama tujuh tahun itu, justru temuan di lapangan berkata lain. Alih-alih rakyat miskin berkurang, angkanya justru bertambah di tengah ekonomi yang disebut terus bertumbuh itu.

"Negara tambah kaya, rakyat miskin tambah. Ini kan sesuatu yang aneh, yang anomali. Yang kelas menengah yang sudah tadinya lepas dari kemiskinan turun," ucapnya.

(pta/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK