Pertamina Harap Cisem 2 Jadi Tulang Punggung Penyaluran Gas di Jawa
PT Pertamina Gas (Pertagas) menyatakan proyek pipa transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap 2 akan menjadi tulang punggung penyaluran gas bumi di Pulau Jawa.
Dengan tersambungnya seluruh jaringan pipa, distribusi gas diproyeksikan semakin andal untuk memenuhi kebutuhan industri hingga sektor komersial dan rumah tangga.
Corporate Secretary Pertamina Gas Sulthani Adil Mangatur mengatakan jaringan pipa Cisem kini telah terintegrasi dengan sistem transmisi gas nasional yang menghubungkan Sumatra hingga Jawa Timur.
"Untuk pipa Cisem sendiri memang terdiri dari dua fase, yaitu fase 1 dari Semarang sampai Batang dan fase 2 dari Batang hingga Kandang Haur Timur. Pipanya sekarang sudah terhubung semua dan sudah terintegrasi," ujar Sulthani saat ditemui di Stasiun Kompresor Gas (SKG) Tegalgede, Jawa Barat, Rabu (8/7).
Ia menjelaskan, konektivitas tersebut membuat infrastruktur transmisi gas bumi tidak lagi hanya melayani wilayah tertentu, melainkan membentuk jaringan yang membentang dari Sumatra bagian tengah hingga Jawa bagian timur.
Keberadaan jaringan tersebut dinilai akan memperkuat fleksibilitas penyaluran gas ke berbagai segmen pengguna.
"Penyalurannya tidak hanya terbatas untuk sektor industri. Sektor komersial maupun rumah tangga juga bisa didukung oleh pengangkutan gas yang ada di sini," katanya.
Dalam proyek tersebut, Pertagas berperan sebagai operator jaringan pipa transmisi yang telah ditunjuk pemerintah untuk mengoperasikan infrastruktur Cisem.
Sulthani menegaskan perusahaan siap mengalirkan gas apabila pasokan maupun kebutuhan dari pelanggan (off-taker) telah tersedia.
"Prinsipnya kami dari Pertagas selaku operator sudah siap apabila nanti ada gas yang akan dialirkan ataupun juga dari off-taker yang memang siap menyambut pasokan tersebut," jelasnya.
Ia berharap keberadaan pipa Cirebon-Semarang maupun jaringan infrastruktur subholding gas secara keseluruhan mampu menopang kebutuhan gas nasional, terutama bagi sektor industri yang memerlukan tambahan volume pasokan.
"Jadi di sini harapannya posisi dari pipa Cirebon-Semarang ataupun infrastruktur dari subholding gas secara keseluruhan itu bisa men-support kebutuhan dari industri, bila mana nanti ada kebutuhan sejumlah volume tertentu," ujar Sulthani.
Saat ini, salah satu infrastruktur yang dioperasikan Pertagas adalah Stasiun Kompresor Tegal Gede di Jawa Barat. Fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam penyaluran gas di wilayah Jawa bagian barat.
Gas yang dialirkan melalui stasiun tersebut berasal dari berbagai sumber, antara lain produksi Pertamina EP, jaringan pipa PGN South Sumatra West Java (SSWJ), serta pasokan dari FSRU Nusantara Regas 1 di Jawa Barat.
(ldy/sfr)