OJK Sebut Perpanjangan Tenor Endapan SAL Bisa Dukung Ekspansi Kredit
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan perpanjangan waktu tenor penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di perbankan hingga setahun yang diminta oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dapat mendukung ekspansi kredit.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menilai tenor SAL yang diperpanjang akan semakin baik untuk penyaluran kredit oleh bank pelat merah.
"Kalau tenor diperpanjang sebenarnya welcome aja sih. Enggak ada masalah kan? Itu kan sebenarnya kalau tenor semakin lama kan semakin bagus sebenarnya. Dalam pengertian ekspansi kredit semakin luas kan semakin bisa temponya akan bisa lebih panjang gitu sebenarnya," ungkap Dian kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (8/7).
Meski begitu, Dian menyebut keputusan perpanjangan waktu tenor SAL tetap berada di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
"Tapi ya itu terserah nanti kan teman-teman Kementerian Keuangan dan juga tergantung nanti dari mungkin KSSK yang akan mendiskusikan ini," tambahnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menolak permintaan Himbara yang menginginkan perpanjangan tenor penempatan dana dari SAL hingga setahun. Adapun saat ini penempatan dana SAL bersifat on call.
Perpanjangan jangka waktu penempatan dana SAL ini dinilai dapat mengoptimalkan pemanfaatannya, termasuk penyaluran kredit bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Namun, Purbaya menilai skema saat ini lebih fleksibel demi menjaga keamanan kas negara.
"Enak aja dia. Jadi yang Rp 200 triliun sampai akhir tahun. Yang Rp 100 triliun 3 bulan sekali dilihat. Yang Rp 100 triliun keluar masuk atau fleksibel. Karena kan kita juga akan antisipasi kalau kita perlu dana kan," ujar Purbaya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (7/7) dikutip Detikfinance.
Purbaya menjelaskan, ke depan, Bank Indonesia (BI) akan turut mengisi likuiditas di pasar secara bertahap. Hal ini bertujuan agar suplai uang di sistem perbankan tetap stabil meski dana SAL sewaktu-waktu ditarik oleh pemerintah.
"Tapi nanti gini pelan-pelan BI juga akan mengisi, Kalau dana kita tarik, BI akan mengisi juga. Jadi pelan-pelan supply uang di sistem akan lebih stabil dibanding sebelumnya," terangnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro mengungkap Himbara meminta pemerintah memperpanjang tenor penempatan dana SAL di bank-bank BUMN.
Permintaan itu disampaikan saat Komisi XI DPR menggelar rapat tertutup bersama jajaran direksi Himbara pada Senin (6/7).
Fauzi menjelaskan rapat digelar secara tertutup karena membahas sejumlah data yang belum bisa dibuka ke publik dan berpotensi memengaruhi pasar dan investasi apabila dipublikasikan.
"Kawan-kawan juga tahu sendiri, belum selesai rapat kadang-kadang beritanya sudah ke mana-mana. Jadi maksud kita kemarin karena SAL ini masih banyak pertimbangan, masih banyak dibicarakan, kita mengambil keputusan supaya tertutup," ujar Fauzi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7).
Menurut dia, dalam rapat tersebut Himbara menyampaikan aspirasi agar penempatan dana SAL tidak lagi bersifat jangka pendek atau deposito on call yang jangka waktunya berkisar di antara satu hingga 28 hari.
"Mereka istilahnya curhatlah kepada kita untuk ngomong kepada KSSK supaya kondisi ini memang membutuhkan pemahaman yang panjang," ujar Fauzi.
Fauzi mengatakan Himbara mengusulkan agar dana SAL ditempatkan selama tiga hingga enam bulan, bahkan bila memungkinkan sampai satu tahun.
Permintaan tersebut berkaitan dengan pemanfaatan dana SAL yang mayoritas digunakan untuk mendukung modal kerja dan penyaluran kredit kepada UMKM maupun sektor usaha.
Ia mengatakan pemerintah sudah empat kali menempatkan dana SAL yang sebelumnya disimpan di Bank Indonesia ke Himbara dengan tenor yang berbeda-beda, mulai satu hingga tiga bulan.
"Perbankan ini kalau seandainya (penempatannya) satu bulan, mereka kerepotan untuk mengembalikan ke pemerintahnya. Kalau seandainya dikasih Rp55 triliun, enggak mungkin Rp55 triliun lagi balik. Kan ada bunganya. Nah mereka enggak sanggup," ujar Fauzi.
(fln/sfr)