Rupiah Merangkak ke Level Rp18.076 per Dolar AS Jelang Akhir Pekan
Nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp18.076 per dolar AS pada perdagangan Jumat (10/7) pagi. Mata uang Garuda menguat 52 poin atau 0,29 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga berada di zona hijau terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,14 persen, peso Filipina naik 0,14 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,27 persen, dolar Singapura menguat 0,12 persen, yen Jepang naik 0,39 persen, dolar Hong Kong menguat 0,01 persen.
Sementara itu, won Korea Selatan menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah setelah terdepresiasi 0,22 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, mata uang negara maju kompak menguat terhadap dolar AS. Euro Eropa naik 0,16 persen, poundsterling Inggris menguat 0,19 persen, dolar Australia terapresiasi 0,11 persen, dolar Kanada naik 0,12 persen, dan franc Swiss menguat 0,31 persen.
Lihat Juga : |
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpeluang melanjutkan penguatan terhadap dolar AS seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
"Rupiah diperkirakan berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya tensi di Timur Tengah menyusul retorika Presiden AS Donald Trump yang lebih lunak terhadap Iran dengan mengatakan bahwa dirinya mengizinkan proses negosiasi untuk terus berlanjut," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Jumat (10/7).
Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
(lau/ins) Add
as a preferred source on Google