Prabowo Resmikan 5 Bendungan Baru, Telan Investasi Rp9,79 T
Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan yang dibangun di empat provinsi secara serentak.
Prabowo mengatakan bendungan-bendungan tersebut berpotensi menghasilkan hingga 1 juta ton beras per tahun jika didukung teknologi pertanian dan benih unggul.
Ia didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Lima bendungan yang diresmikan meliputi Bendungan Meninting di NTB, Bendungan Rukoh dan Keureuto di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.
Dalam sambutannya, Sang Kepala negara mengatakan pembangunan lima bendungan tersebut merupakan investasi negara senilai Rp9,79 triliun yang diharapkan memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara sekitar Rp9,79 triliun. Menteri Pertanian (Amran) melaporkan kepada saya, lima bendungan ini nanti dengan teknologi dan benih yang terbaik bisa menghasilkan 1 juta ton beras," kata Prabowo dalam peresmian di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7).
Ia kemudian membandingkan nilai investasi bendungan dengan potensi penghematan devisa dari program mandatori biodiesel B50 yang baru diluncurkan sehari sebelumnya.
Menurut Prabowo, penghentian impor solar melalui implementasi B50 diperkirakan dapat menghemat sekitar Rp170 triliun per tahun. Dengan penghematan tersebut, pemerintah dinilai memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk membangun infrastruktur baru.
Lihat Juga : |
"Bayangkan berapa puluh bendungan yang bisa kita bangun tiap tahun," ujarnya.
Prabowo juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur seperti bendungan merupakan proses jangka panjang yang melibatkan banyak pemerintahan.
Ia mengatakan dirinya bersyukur dapat meresmikan proyek tersebut. Namun, Prabowo menegaskan presiden pendahulunya turut memiliki andil karena pembangunan bendungan memerlukan waktu, biaya, dan sumber daya yang besar.
Sementara itu, Menteri PU Dody mengatakan lima bendungan tersebut didukung jaringan irigasi sepanjang sekitar 280 kilometer yang mampu melayani sekitar 40 ribu hektare lahan pertanian.
Menurut Dody, dengan dukungan sistem irigasi tersebut, lima bendungan diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 720 ribu ton padi setiap tahun.
"Lima bendungan ini telah memberikan manfaat layanan irigasi seluas kurang lebih 40 ribu hektare yang ditunjang jaringan irigasi sepanjang 280 kilometer dan, dengan dukungan Pak Menteri Pertanian (Amran), mampu menghasilkan kurang lebih 720 ribu ton padi per tahun," ujarnya.
Selain mendukung pertanian, Dody mengatakan kelima bendungan memiliki total kapasitas tampung sekitar 371 juta meter kubik air. Infrastruktur itu juga mampu memasok air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik serta membantu mengurangi potensi banjir di sekitar 932 hektare wilayah.
Di sektor energi, lima bendungan tersebut memiliki potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 9,6 megawatt (MW) serta pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung hingga 346 MW.
Khusus Bendungan Meninting, Dody menyebut keberadaannya telah meningkatkan layanan irigasi di sekitar 1.600 hektare sawah di Lombok Barat.
Lahan yang sebelumnya hanya dapat dipanen sekali setahun kini disebut telah meningkat menjadi tiga kali musim tanam dengan produktivitas mencapai sekitar 6,3 ton per hektare.
Peresmian lima bendungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan air nasional. Selain mendukung swasembada pangan, bendungan tersebut juga ditujukan untuk penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta pengembangan energi bersih di berbagai daerah.