Prabowo: 30 Tahun Terakhir Indonesia Dikuasai Paham Ekonomi Neoliberal

CNN Indonesia
Minggu, 12 Jul 2026 15:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto berpidato pada acara puncak peringatan ke-79 Hari Koperasi di Jakarta, (12/7/2026).
Presiden Prabowo Subianto berpidato pada acara puncak peringatan ke-79 Hari Koperasi di Jakarta. (Foto: Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah pembangunan ekonomi Indonesia perlu kembali berlandaskan pada konsep ekonomi kekeluargaan dan ekonomi kerakyatan sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa. Menurutnya, sistem tersebut memberi ruang bagi seluruh unsur masyarakat untuk berperan dan memperoleh kesempatan yang sama.

Pernyataan itu disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7).

Prabowo mengatakan upaya mengembalikan arah pembangunan ekonomi telah lama diperjuangkannya, termasuk ketika menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) dan memimpin sejumlah koperasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cukup lama kita berjuang untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi ke arah yang dirancang oleh pendiri-pendiri bangsa kita, yaitu ekonomi kekeluargaan, ekonomi kerakyataan, ekonomi di mana semua unsur harus berperan dan harus diberi kesempatan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Negara juga menilai selama tiga dekade terakhir ekonomi Indonesia lebih banyak dipengaruhi paham ekonomi neoliberal. Menurutnya, arah tersebut tidak sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

"Di masa 30 tahun yang terakhir ini, kita melihat ekonomi Indonesia dikuasai oleh paham ekonomi neoliberal yang sesungguhnya adalah bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945," kata Prabowo.

Prabowo menegaskan dirinya tidak bermaksud menyalahkan pihak tertentu atas kebijakan ekonomi di masa lalu. Ia menilai kondisi tersebut merupakan kekeliruan para elite yang meyakini kapitalisme dan neoliberalisme ala Barat mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat dalam waktu singkat. Namun, menurutnya, pengalaman selama puluhan tahun menunjukkan anggapan tersebut tidak terbukti.

"Ternyata setelah tiga dasawarsa kita melihat, tidak benar. Saya termasuk mungkin salah satu yang dari awal sudah memperingatkan bahwa paham kapitalisme, neoliberal tidak akan berhasil dan tidak akan membawa kesejahteraan dan tidak mungkin membawa kesejahteraan kepada rakyat banyak," katanya.

(lau/isn) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]