50 Ribu Pekerja Volkswagen Terancam PHK di Tengah Tekanan Bisnis

CNN Indonesia
Selasa, 14 Jul 2026 21:45 WIB
The lettering Volkswagen chooses Europe. Europe votes on 9 June 2024 is seen on the wall of the power plant at the headquarters of German car maker Volkswagen (VW) in Wolfsburg on May 23, 2024. The 2024 European Parliament election is scheduled to be
Volkswagen membuka peluang kembali memangkas sekitar 50 ribu karyawan tambahan di seluruh dunia di tengah ketatnya persaingan industri otomotif global. Ilustrasi. (AFP/RONNY HARTMANN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Volkswagen membuka peluang kembali memangkas sekitar 50 ribu pekerja tambahan di seluruh dunia. Hal ini sebagai bagian dari upaya menekan biaya dan meningkatkan daya saing di tengah ketatnya persaingan industri otomotif global.

Mengutip Reuters, Selasa (14/7), rencana tersebut disampaikan Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen Oliver Blume dalam memo internal kepada karyawan.

Jika terealisasi, total pemutusan hubungan kerja (PHK) di grup otomotif asal Jerman itu bisa mencapai sekitar 100 ribu pekerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Volkswagen sebelumnya telah menyepakati pemangkasan sekitar 50 ribu posisi di berbagai unit usaha, termasuk di Porsche dan Audi.

Blume mengatakan perusahaan masih menghadapi tekanan besar akibat biaya tarif yang mencapai miliaran euro, persaingan ketat di pasar China, serta tuntutan untuk meningkatkan efisiensi jaringan pabrik di Jerman.

Volkswagen juga menghitung biaya operasionalnya sekitar 20 persen lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis. Kondisi itu membuat perusahaan perlu kembali mengevaluasi struktur biaya, termasuk kebutuhan tenaga kerja.

"Secara teoritis, itu berarti pengurangan sekitar 50 ribu pekerjaan lagi di seluruh dunia," kata Blume dalam memo tersebut.

Meski demikian, ia menegaskan jumlah pasti karyawan yang akan terdampak masih dalam tahap kajian.

"Saat ini kami sedang menilai di seluruh merek, perusahaan, dan wilayah, berapa banyak penyesuaian yang benar-benar diperlukan dan memungkinkan untuk dilakukan," ujarnya.

Rencana tersebut menjadi konfirmasi pertama dari manajemen Volkswagen mengenai kemungkinan pengurangan hingga 100 ribu pekerja. Sebelumnya, perusahaan enggan mengomentari laporan media mengenai besarnya jumlah PHK yang tengah dipertimbangkan.

Memo itu juga muncul setelah perwakilan pekerja mendesak manajemen menjelaskan rencana restrukturisasi yang dipaparkan Blume kepada dewan pengawas pekan lalu.

Dalam pernyataan resmi usai rapat dengan para pemangku kepentingan, perusahaan tidak menyinggung rencana PHK maupun penutupan pabrik.

Perusahaan hanya mengumumkan rencana memangkas kapasitas produksi dan secara bertahap mengurangi jumlah model kendaraan yang dipasarkan.

Namun, sejumlah analis menilai langkah tersebut belum cukup untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi Volkswagen.

Tekanan terhadap Volkswagen juga tercermin dari kinerja sahamnya. Saham perusahaan turun ke level terendah dalam 16 tahun terakhir, sekaligus berkinerja lebih buruk dibandingkan sejumlah produsen otomotif besar lainnya di Eropa.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr) Add as a preferred
source on Google