EDUKASI KEUANGAN

Benarkah Rekening Banyak Bikin Keuangan Lebih Rapi?

CNN Indonesia
Sabtu, 25 Jul 2026 10:19 WIB
Memiliki lebih dari satu rekening bank kini sudah menjadi hal yang biasa bagi banyak orang. Ilustrasi. (iStockphoto/west).
Jakarta, CNN Indonesia --

Masyarakat kini lazim memiliki lebih dari satu rekening bank, terutama di tengah menjamurnya layanan bank digital dan dompet elektronik (e-wallet).

Tak sedikit yang sengaja memisahkan rekening untuk menerima gaji, menabung, kebutuhan sehari-hari, dana darurat, hingga investasi agar arus uang lebih mudah dipantau.

Kemudahan membuka rekening secara daring membuat tren ini semakin berkembang. Seseorang kini bisa memiliki kombinasi rekening bank konvensional, bank digital, hingga e-wallet untuk fungsi yang berbeda-beda.

Lantas, apakah memiliki banyak rekening benar-benar membuat pengelolaan keuangan menjadi lebih rapi sekaligus melatih disiplin finansial?

Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho mengatakan memisahkan uang ke dalam beberapa rekening pada dasarnya merupakan salah satu cara untuk menata pengelolaan keuangan.

"Memisah-misahkan uang ke dalam beberapa rekening merupakan upaya kita untuk merapikan manajemen keuangan kita. Apakah hal tersebut menjadi alat yang sangat efektif untuk melatih kedisiplinan kita, tentunya akan kembali lagi ke pribadi masing-masing," kata Andi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/7).

Menurut Andi, efektivitas cara tersebut sangat bergantung pada karakter masing-masing orang.

Tak semua orang menjadi lebih disiplin dengan sistem yang terstruktur, sementara sebagian lainnya tetap mampu mengelola keuangan dengan baik meski hanya menggunakan satu rekening.

Pandangan serupa disampaikan Perencana Keuangan Oneshildt Budi Rahardjo. Ia menilai konsep memiliki beberapa rekening sebenarnya mirip dengan metode amplop yang selama ini dikenal dalam pengelolaan keuangan rumah tangga.

"Sebenarnya cara memisah-misah rekening ini tidak jauh berbeda dengan cara membuat amplop-amplop terpisah untuk berbagai pengeluaran dalam pengelolaan pengeluaran," ujar Budi.

Menurutnya, pemisahan rekening membantu memastikan setiap dana digunakan sesuai tujuan yang telah direncanakan.

Dengan begitu, seseorang akan lebih mudah memantau keluar-masuk uang sekaligus mengawasi perkembangan tabungan untuk masing-masing kebutuhan.

Risiko Biaya Tambahan

Di sisi lain, memiliki banyak rekening juga bisa menimbulkan biaya tambahan apabila tidak dikelola dengan cermat. Andi mengatakan risiko tersebut terutama muncul jika rekening tersebar di beberapa bank berbeda.

"Bila semuanya rekening berada dalam satu payung bank yang sama, jawabannya tidak (memisahkan uang ke dalam beberapa rekening bisa lebih boros). Namun bila rekeningnya berada di beberapa bank yang berbeda, jawabannya sangat mungkin," ujarnya.

Biaya administrasi bulanan maupun biaya transfer antarrekening berpotensi terakumulasi sehingga tanpa disadari dapat menambah pengeluaran.

Budi juga berpandangan serupa. Menurutnya, biaya-biaya tersebut bisa ditekan apabila seseorang tidak memiliki terlalu banyak rekening dan sebisa mungkin menggunakan rekening dari bank yang sama.

Ia menilai dua hingga tiga rekening umumnya sudah cukup untuk memisahkan kebutuhan rutin bulanan, kebutuhan tahunan, serta dana darurat sehingga pengelolaan keuangan tetap efisien tanpa menambah beban biaya yang tidak perlu.

Sesuaikan dengan Kebutuhan

Andi mengatakan tidak ada patokan mengenai jumlah rekening yang harus dimiliki seseorang. Semuanya bergantung pada kebutuhan dan kenyamanan dalam mengatur keuangan.

Menurut dia, orang yang sudah terbiasa disiplin bahkan tidak akan mengalami masalah meski hanya menggunakan satu rekening untuk seluruh kebutuhan.

Sebaliknya, bagi mereka yang khawatir uang tabungan akan ikut terpakai untuk pengeluaran sehari-hari, memiliki rekening terpisah bisa menjadi solusi.

Ia mencontohkan seorang karyawan yang juga memiliki usaha sampingan. Dalam kondisi seperti itu, memisahkan rekening untuk menerima gaji, operasional bisnis, tabungan, dan kebutuhan sehari-hari justru dapat membantu pencatatan keuangan menjadi lebih jelas.

Sementara itu, Budi menyarankan jumlah rekening disesuaikan dengan tujuan penggunaannya.

"Sesuaikan dengan kebutuhan rencana penggunaannya saja. Bisa antara dua-tiga dan maksimal empat rekening untuk tujuan jangka pendek lainnya," kata Budi.

(sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK