Harga Minyak Turun ke US$89,45 saat Pasar Pantau Sikon Perang AS-Iran
Harga minyak dunia terkoreksi pada perdagangan Kamis (30/7), setelah melonjak tajam sehari sebelumnya. Pelemahan terjadi seiring masih berlanjutnya pergerakan kapal tanker keluar dari kawasan Timur Tengah, meski konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus meluas.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun US$1,29 atau 1,42 persen menjadi US$89,45 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 56 sen atau 0,66 persen menjadi US$83,90 per barel.
Koreksi tersebut terjadi setelah reli tajam pada perdagangan sebelumnya. Brent ditutup melonjak 7,91 persen, sedangkan WTI menguat 6,56 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data awal pelayaran menunjukkan sebanyak 39 kapal komoditas melintasi Selat Bab el-Mandeb menuju Laut Merah pada Selasa (28/7), menjadi jumlah tertinggi sejak 19 Juli. Di sisi lain, hanya sedikit kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Analis pasar IG Tony Sycamore mengatakan meski volume pengiriman masih lebih rendah dari normal, minyak tetap mengalir keluar dari kawasan melalui berbagai jalur alternatif.
"Semakin lama situasi ini berlangsung, semakin banyak rute dan metode alternatif yang akan mengurangi pengaruh Iran atas Selat Hormuz," ujar Sycamore.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran minyak paling penting di dunia yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global. Jalur tersebut sebagian besar masih terhambat sejak perang AS-Iran pecah pada Februari lalu, meski berbagai upaya diplomatik terus dilakukan untuk membuka kembali akses pelayaran.
Seorang pejabat senior Iran pada Rabu (29/7) mengatakan Teheran menolak usulan Oman terkait pengelolaan bersama Selat Hormuz di tingkat regional.
Sementara itu, ketegangan geopolitik terus meningkat. Serangan gabungan AS dan Arab Saudi menghantam kelompok paramiliter yang didukung Iran di Irak pada Rabu. Ini menjadi pertama kalinya Arab Saudi secara terbuka bergabung dalam serangan udara AS sebagai balasan atas serangan drone terhadap fasilitas minyak Saudi yang diluncurkan dari Irak.
Serangan tersebut juga menandai dimulainya kembali operasi militer AS di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump pada akhir pekan lalu sempat membatalkan kampanye pengeboman karena menipisnya persediaan amunisi.
as a preferred source on Google