PELNI Gaet Perusahaan Italia Desain 3 Kapal Baru Senilai Rp4,5 T
PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mengungkapkan pengerjaan desain untuk tiga kapal penumpang barunya resmi digarap oleh perusahaan asal Italia.
Kepastian tersebut setelah perusahaan Italia tersebut memenangkan proses tender terbuka (open tender) yang digelar oleh PELNI.
Corporate Secretary PT PELNI (Persero) Ditto Pappilanda menjelaskan pembuatan desain kapal oleh perusahaan Italia tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar 17 bulan. Dimulai dengan proses perancangan yang mencakup hingga detail interior kapal.
"Kemarin untuk desain kapal itu kita open tender dan pemenangnya sudah kita dapatkan dari Italia. Pembuatan desainnya memakan waktu kurang lebih 17 bulan," ujar Ditto usai diskusi media di Jakarta Pusat, Rabu (29/7).
Lihat Juga : |
Ditto menambahkan satu rancangan desain dari Italia tersebut nantinya akan diterapkan secara seragam untuk pembangunan tiga unit kapal baru yang didanai melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN). Kapal yang disiapkan adalah tipe ROPAX (roll-on/roll-off passenger) dengan kapasitas mencapai 1.000 penumpang.
Terkait proses pengiriman (delivery), armada baru ini ditargetkan mulai berdatangan secara bertahap pada pertengahan 2028 hingga 2030, dengan target mulai beroperasi penuh pada 2029.
Sementara untuk tahap manufaktur atau pengerjaan fisik kapal, PELNI hingga kini belum menentukan pihak galangan yang akan mengeksekusinya. Ditto menyebut pihaknya masih menunggu arahan pemerintah guna mendorong keterlibatan industri lokal.
"Siapa yang buat, itu belum bisa disampaikan karena kita memperhatikan dorongan dari pemerintah agar bisa melibatkan galangan dalam negeri. Kita support penuh, tapi nanti tetap arahnya harus sesuai dengan GCG (Good Corporate Governance)," tegas Ditto.
Sebelumnya, Direktur Utama PT PELNI (Persero) Budy Setyawan Wijaya menyampaikan soal progress pengadaan tiga kapal baru. Proyek pengadaan ini menelan investasi sebesar Rp4,5 triliun yang berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp4 triliun dan Rp 500 miliar dana internal perusahaan.
Budy mengatakan pengadaan kapal baru ini diperlukan untuk menggantikan armada yang usianya semakin tua. Saat ini, banyak kapal PELNI yang telah beroperasi lebih dari 40 tahun.
"Kita akan lakukan adalah pengadaan 3 kapal penumpang baru-baru itu PSO, Pak. Karena memang kapal-kapal kami kan banyak yang sudah ada di atas 40 tahun, Pak. Meskipun secara kelayakan tesis masih jalan, tapi mengingat umur pasti akan ada kendala-kendala operasional, sehingga ini menjadi tidak efisien. Nah ini kita targetkan di tahun ini akan ada pengadaan kapal penumpang baru," ujar Budy dalam RDP dengan Komisi VI DPR, Rabu (24/6) Dikutip Detikfinance.
Budy menjelaskan proses pengadaan tiga kapal penumpang baru ini membutuhkan waktu yang panjang, dengan target seluruh kapal bisa rampung pada tahun 2030. Berdasarkan materi paparannya, proses pengadaan ini sudah dimulai dan saat ini masih berada dalam tahap pembahasan kontrak serta desain kapal.
Sementara untuk pembangunan fisik kapal pertama dijadwalkan berlangsung mulai Juni 2027 hingga Oktober 2028. Kapal tersebut ditargetkan sudah launching pada Oktober 2028 sebelum memasuki tahap penyelesaian akhir hingga Juli 2029. Adapun kapal pertama ditargetkan diserahkan kepada PELNI pada Juli 2029.
Kemudian, pembangunan kapal kedua akan dimulai pada November 2027 dan selesai pada Maret 2029. Untuk kapal ketiga, proses pembangunan dijadwalkan berlangsung mulai April 2028 hingga Agustus 2029.
"Ini adalah timeline dari program pengadaan 3 kapal kami, Pak. Memang pengadaan kapal ini ketika kita membuat kapal, ya istilahnya dari membuat kapal baru, ini butuh waktu yang cukup lama, Pak, hampir 3 tahun, tapi ini kita sudah mulai, Pak. Kita harapkan nanti di 2029 itu bisa finish, terakhir ini yang 2030," ujar Budy.
(fln/ins)