Allo Bank Pertahankan Momentum Positif pada 2Q26

CNN Indonesia
Jumat, 31 Jul 2026 18:53 WIB
Allo Bank melaporkan peningkatan yang stabil dalam laba bersih setelah pajak pada 2Q26, mencapai Rp 130 miliar. ( cnnindonesia/AdhiWicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Allo Bank Indonesia Tbk ("Allo Bank" atau "Bank") hari ini mengumumkan hasil keuangan untuk kuartal kedua tahun 2026 ("2Q26"), yang menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan dan trajectory bisnis yang solid.

Pada 2Q26, Bank terus melanjutkan momentum positif dengan pertumbuhan yang konsisten baik dalam laba bersih maupun pendapatan operasional secara keseluruhan.

Hasil pertengahan tahun ini memenuhi tujuan Bank untuk menjalankan operasional bisnis secara menguntungkan dengan menyediakan solusi perbankan bagi nasabah ritel, UMKM dan korporat serta mencerminkan pengembangan footprint di tengah di lanskap perbankan Indonesia yang kompetitif.

Allo Bank melaporkan peningkatan yang stabil dalam laba bersih setelah pajak pada 2Q26, mencapai Rp 130 miliar, yang mewakili pertumbuhan 14% year-on-year ("yoy") dibandingkan dengan Rp 114 miliar yang tercatat setahun sebelumnya, mencerminkan perbaikan berkelanjutan dalam kinerja operasional.

Profitabilitas ini didorong oleh peningkatan yang kuat sebesar 21% yoy dalam total pendapatan operasional menjadi Rp 533 miliar, yang didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis biaya.

Pendapatan bunga bersih tumbuh 10% yoy menjadi Rp 393 miliar, sementara pendapatan berbasis biaya tumbuh 71% yoy menjadi Rp 140 miliar, didukung oleh penyaluran pinjaman di tengah kondisi makroekonomi yang menantang.

Margin Bunga Bersih meningkat menjadi 10,9% dibandingkan 10,4% pada periode yang sama tahun lalu, mencerminkan manajemen aset & liabilitas yang efektif terutama di segmen Perbankan Ritel. Secara keseluruhan, laba bersih Allo Bank mencapai Rp 234 miliar pada semester pertama tahun 2026.

Fungsi intermediasi Bank juga menunjukkan momentum yang baik, dengan kredit yang disalurkan tumbuh 28% yoy menjadi Rp 9,547 triliun pada akhir 30 Juni 2026, didorong oleh pertumbuhan di segmen Perbankan Ritel dan Perbankan Wholesale.

Dengan demikian, total aset Allo Bank naik 10% yoy dan mencapai Rp 15,571 triliun, naik dari Rp 14,173 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Di tengah pertumbuhan berkelanjutan ini, Allo Bank terus menunjukan disiplin dengan mengawasi kualitas aset dan stabilitas kondisi keuangan.

Bank mempertahankan rasio Non Performing Loan (NPL) Gross dan NPL Net masing-masing pada level yang terkendali sebesar 1,73% dan 0,73%.

Pada periode yang sama, Dana Pihak Ketiga tetap stabil sebesar Rp 5,826 triliun. 3 Selama paruh pertama tahun 2026, segmen Retail Banking terus memperkuat posisinya sebagai ekosistem perbankan digital terkemuka dengan memberikan pertumbuhan yang solid dalam customer engagement di seluruh produk pendanaan, transaksi, dan pembiayaan.

Peningkatan adopsi produk seperti Allo Grow, Allo Deposito, QRIS, Bill Payment, Allo PayLater, dan Instant Cash mencerminkan loyalitas pelanggan yang lebih kuat dan integrasi yang lebih dalam dari Allo Bank ke dalam aktivitas keuangan harian nasabah.

Peningkatan engagement ini telah berkontribusi pada intensitas transaksi yang lebih tinggi, pemanfaatan produk yang lebih luas, dan basis pendapatan yang lebih terdiversifikasi. Dengan semangat yang serupa, segmen Wholesale Banking terus berfokus pada pertumbuhan berkualitas tinggi selama 2Q26, yang menyebabkan peningkatan stabil dalam total aset dari kuartal sebelumnya.

Bank memprioritaskan klien berkualitas dan menghasilkan beberapa kerjasama besar pada 2Q26. Keberhasilan utama ini membuktikan posisi pasar Bank yang kuat sebagai persiapan yang baik untuk kuartal berikutnya, di mana Bank telah memiliki beberapa kerjasama korporat berkualitas tinggi yang siap untuk disepakati.

Ke depan, Allo Bank tetap berada pada posisi yang baik untuk memanfaatkan fundamentalnya yang kuat guna terus mendorong inklusi keuangan dan memberikan nilai jangka panjang.

Ari Yanuanto Asah, Plt. Direktur Utama Allo Bank, menyatakan, "Selama tahun 2026, kami akan mendorong pertumbuhan bisnis dengan meningkatkan pengalaman pengguna melalui inovasi teknologi sehingga nasabah akan mampu melakukan personalisasi untuk mendapatkan nilai tambah sesuai dengan kebutuhan nasabah (customer first). Kami akan mengutamakan aktivitas bisnis berbasis digital (digital first) dan integrasi layanan finansial dengan ekosistem mitra (ecosystem first) dalam rangka menjalankan bisnis Bank. Kami tetap berkomitmen untuk memberikan nilai jangka panjang melalui inovasi, layanan digital yang berpusat pada pelanggan, dan pertumbuhan yang prudent".

(tim)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK