Harga Minyak Anjlok Nyaris 5% ke US$83 usai Trump Tunda Serang Iran

CNN Indonesia
Senin, 03 Agu 2026 10:58 WIB
Harga minyak dunia anjlok hampir 5 persen ke US$83 pada Senin (3/8), setelah Trump memutuskan menunda serangan baru terhadap Iran. (FOTO:iStock/ozgurdonmaz).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia anjlok hampir 5 persen ke US$83 pada perdagangan Senin (3/8), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan menunda serangan baru terhadap Iran.

Tujuannya membuka jalan damai demi menghentikan program nuklir Teheran sekaligus membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.

Mengutip Oil Price, harga minyak mentah Brent merosot 4,72 persen menjadi US$83,78 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 5,21 persen ke level US$80,26 per barel.

Penurunan ini terjadi setelah harga minyak sempat melonjak lebih dari 20 persen sepanjang bulan lalu akibat kembali memanasnya konflik antara AS dan Iran.

Kenaikan juga dipicu oleh serangkaian serangan terhadap kapal tanker di sekitar Oman yang meningkatkan kekhawatiran keamanan dan membuat banyak perusahaan pelayaran enggan memasuki kawasan Teluk untuk mengangkut minyak.

Mengutip Reuters, sinyal meredanya ketegangan muncul setelah Trump pada Sabtu (1/8), menyatakan melalui platform Truth Social bahwa Iran dan sejumlah negara Timur Tengah meminta tambahan waktu untuk merampungkan kesepakatan.

Menurut Trump, kesepakatan itu akan menghasilkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara 'segera, penuh, dan total' serta mengakhiri ancaman nuklir Iran.

Meski demikian, pelaku pasar masih menilai situasi tetap rapuh. Analis pasar IG Tony Sycamore mengatakan perhatian utama investor kini tertuju pada kemungkinan gagalnya proses negosiasi seperti yang terjadi pada pekan sebelumnya.

"Fokus terbesar adalah apakah pekan ini akan kembali mengulang pola pekan lalu, ketika harapan tercapainya kesepakatan runtuh karena Iran tetap bersikeras dan terus memanfaatkan kendalinya atas Selat Hormuz, termasuk melalui potensi serangan terhadap pangkalan militer AS atau kapal tanker yang melintas di jalur tersebut," ujar Sycamore.

(ldy/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK