Zulhas Bantah Ada Kopdes di Tengah Laut: Gimana Nyemennya?

CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2026 13:53 WIB
Zulhas menilai mustahil ada Kopdes di tengah laut dan menduga kabar itu sengaja diembuskan pihak yang merasa terganggu dengan program tersebut. (Foto: CNN Indonesia/ Tunggul)
Makassar, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan tegas membantah kabar ada Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih/KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dibangun di tengah laut.

Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, menilai hal itu mustahil dan menduga kabar tersebut sengaja diembuskan oleh pihak-pihak yang merasa terganggu dengan program kerakyatan pemerintah.

"Itu memang di mana? Nggak bangun di tengah laut, gimana nyemennya itu? Ya apa, warung suruh tutup. Ini memang saya kira mungkin ada yang terganggu ya, menyerang begitu, kita enggak tahu," kata Zulkifli Hasan di Makassar, Selasa (4/8).

Ia juga menegaskan Kopdes bukanlah sebuah supermarket swasta, melainkan infrastruktur vital pemerintah yang berfungsi ganda sebagai offtaker (pembeli siaga) untuk melindungi kesejahteraan petani dan nelayan.

Melalui skema ini, pemerintah memastikan stabilitas harga komoditas di tingkat bawah. Sebagai contoh, ketika harga gabah petani anjlok, maka koperasi akan hadir membeli dengan harga yang lebih layak, yakni Rp6.500.

Begitu pula dengan sektor kelautan dan perikanan, di mana hasil tangkapan nelayan yang kerap murah dibeli tengkulak nantinya akan diamankan oleh koperasi.

"Ikan di laut murah-murah dibeli tengkulak, nanti kalau sudah ada koperasi, taruh di cold storage, dikasih pabrik es, bisa disimpan dulu. Kalau enggak laku nanti koperasi yang beli ikannya. Ikan jual ke mana? Ke SPPG," jelasnya.

Selain itu, keberadaan Kopdes juga diintegrasikan dengan layanan kantor pos serta sistem pembayaran digital seperti Brilink. Zulhas menyebut langkah ini diharapkan mampu mendekatkan akses perbankan, keuangan, dan pusat produksi kepada masyarakat perdesaan, sekaligus memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran berdasarkan data by name, by address.

"Jadi desa punya akses terhadap pusat, pusat-pusat produksi, keuangan, akses, perbankan desa jadi dekat," katanya.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyebut pembangunan 35.800 Kopdes terus dikebut hingga akhir tahun ini dengan berkolaborasi pihak TNI Angkatan Darat (AD).

"Tidak lebih dari 1 tahun sudah menyelesaikan 35.800 gudang dan gerai KDMP, lengkap dengan alat logistiknya, yaitu 1 truk, 1 pikap, dan 2 motor roda tiga," kata Yandri.

Yandri juga merespons kendala teknis di lapangan, seperti masalah keterbatasan luas lahan yang kurang dari 1.000 meter persegi atau desa yang belum memiliki lahan. Pemerintah memastikan solusi tetap akan disiapkan secara bertahap.

"Kan sudah berapa puluh ribu, memang bertahap tidak sekaligus, sama dengan Kopdes tidak sekaligus," ujarnya.

Yandri menerangkan konsep pembangunan yang masif ini dengan menerapkan pendekatan kolaboratif antarkementerian, mulai dari Kementerian Koperasi, Badan Pangan Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, hingga Kementerian Pertanian untuk pengembangan desa tematik seperti desa jagung, melon, dan semangka.

"Kita ini bukan Superman, tapi Super Team. Jadi Kementerian Desa itu sifatnya lebih banyak kolaboratif. Fokus juga di daerah 3T dan kita kerja sama juga dengan TNI AD untuk buat jembatan, sumber air bersih," pungkasnya.

(mir/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK