Airlangga soal Ekonomi Tumbuh 5,45% Semester I 2026: Top di Asean
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 menjadi salah satu yang terbaik di kawasan Asia Tenggara (Asean).
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), Airlangga mengungkap perekonomian Indonesia tumbuh 5,45 persen sepanjang enam bulan pertama tahun ini.
Capaian tersebut dinilai menunjukkan konsistensi Indonesia menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dalam beberapa tahun terakhir.
"Dengan pertumbuhan 5,45 persen sepanjang satu semester ini juga di antara negara lain termasuk di ASEAN itu salah satu yang top. Kita kemarin melihat Vietnam yang sedikit di atas kita di 8 persen," ujar Airlangga dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (5/8).
Berbekal pertumbuhan ekonomi pada semester I yang dianggap solid, Airlangga menyatakan pemerintah optimis momentum pertumbuhan dapat terus dijaga hingga akhir 2026.
Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai berbagai risiko yang berasal dari dinamika geopolitik global.
"Pemerintah terus waspada terhadap gejolak yang muncul di geopolitik sambil memperkuat fondasi perekonomian nasional," ujar Airlangga.
Guna menjaga momentum pada semester II 2026, pemerintah telah menyiapkan sejumlah program stimulus dan penguatan ekonomi domestik.
Ada penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram kepada 33,24 juta penerima manfaat. Program ini ditujukan untuk pengendalian inflasi.
Pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif sektor transportasi menjelang periode libur sekolah dan Natal Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.
Insentif tersebut antara lain diskon tarif angkutan laut sebesar 30 persen, pembebasan sejumlah tarif kepelabuhanan, serta PPN ditanggung pemerintah untuk tiket pesawat kelas ekonomi.
Selain itu, pemerintah akan mengandalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan yang anggarannya ditingkatkan dari Rp37,5 triliun menjadi Rp50 triliun.
Melalui berbagai program tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada semester II tetap sejalan dengan asumsi dalam APBN 2026, yakni sebesar 5,4 persen.
BPS mencatat ekonomi Indonesia semester I 2026 tumbuh sebesar 5,45 persen dibanding semester I 2025 (c-to-c).
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,83 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 18,62 persen.
(dhz/sfr)