Rupiah Menguat ke Rp17.816 per Dolar AS Pagi Ini

CNN Indonesia
Senin, 10 Agu 2026 09:50 WIB
Rupiah menguat ke Rp17.816 per dolar AS pada 10 Agustus, naik 0,45 persen. Analis prediksi potensi penguatan, meski ada ketidakpastian di Selat Hormuz. (FOTO:CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.816 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (10/8) pagi. Mata uang Garuda menguat 81 poin atau 0,45 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang Asia menguat, yakni yuan China naik 0,01 persen, peso Filipina menguat 0,26 persen, dan ringgit Malaysia terapresiasi 0,07 persen.

Sementara itu, sejumlah mata uang lainnya melemah. Dolar Singapura turun 0,08 persen, yen Jepang melemah 0,32 persen, dan won Korea Selatan terdepresiasi 0,59 persen.

Sedangkan dolar Hong Kong bergerak stabil terhadap dolar AS.

Di samping itu, mayoritas mata uang utama negara maju bergerak melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa melemah 0,05 persen, poundsterling Inggris turun 0,01 persen, dolar Australia terkoreksi 0,04 persen, dolar Kanada melemah 0,10 persen, dan franc Swiss turun 0,11 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan setelah data pekerjaan AS, NFP, pada hari Jumat jauh lebih lemah dari harapan sehingga memicu menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Senin (10/8).

Namun, ia mengatakan penguatan rupiah berpotensi tertahan oleh ketidakpastian terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

"Namun, ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz bisa menahan penguatan," katanya.

Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

(lau/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK