Kementerian UMKM Buka Suara soal Ritel Filipina Mulai Rambah RI
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) buka suara soal kehadiran jaringan ritel asal Filipina O!Save yang mulai merambah pasar Indonesia.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengungkapkan pihaknya belum dapat memastikan dampak kehadiran ritel yang mengusung konsep berjualan dengan harga sangat murah (hard discount) itu terhadap persaingan industri dalam negeri.
Bagus mengatakan pihaknya masih akan melihat perkembangan O!Save di Tanah Air. Ia menilai kondisi industri ritel dalam negeri saat ini cukup kuat.
"Belum (kami cek), nanti kita lihat ya. Kalau dari sisi retail kita kan bagus, kuat lah," ujar Bagus di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa (11/8).
Bagus belum dapat memastikan dampak kehadiran O!Save terhadap peta persaingan industri ritel dalam negeri.
Menurut Bagus, perkembangan tersebut masih perlu dilihat, termasuk dengan mempertimbangkan peran Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
"Belum tahu (apakah akan mengganggu peta industri dalam negeri), nanti kita lihat. Kan ada KPPU juga kan," ujar Bagus.
O!Save merupakan jaringan ritel dengan konsep hard discount yang menjadikan harga rendah sebagai salah satu daya tarik utama. Model tersebut berbeda dengan minimarket konvensional yang selama ini banyak ditemui di Indonesia.
Berdasarkan laman O!Save, jaringan ritel tersebut mulai dikembangkan pada 2021 dan kemudian berekspansi ke Indonesia pada 2023.
Produk yang ditawarkan mencakup berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari makanan pokok, produk rumah tangga hingga kebutuhan perawatan pribadi.
O!Save menyatakan model bisnisnya ditujukan untuk menyediakan kebutuhan penting dengan harga rendah secara konsisten.
"Kami menawarkan produk-produk penting dan berkualitas tinggi dengan harga rendah yang konsisten kepada komunitas lokal di seluruh Filipina dan Indonesia. Misi kami adalah untuk memulihkan daya beli dan membuat kualitas hidup terjangkau untuk semua orang," demikian keterangan O!Save yang dikutip dari LinkedIn perusahaan.
Kehadiran model ritel tersebut menjadi perhatian karena pasar minimarket Indonesia selama ini diisi oleh sejumlah jaringan besar, termasuk Alfamart dan Indomaret. Persaingan tidak hanya terjadi dari sisi jumlah gerai, tetapi juga harga dan variasi produk yang ditawarkan kepada konsumen.
Di Filipina, O!Save terus memperluas jaringannya. Pada Mei 2025, O!Save mencatat pembukaan gerai ke-500 di Bulakan, Bulacan, Filipina.
Di balik ekspansi O!Save terdapat HD Retail Holding Pte Ltd, perusahaan yang juga mendapat investasi dari Robinsons Retail Holdings Inc (RRHI). Berdasarkan informasi dalam latar belakang tersebut, RRHI disebut memiliki 23 persen saham di HD Retail Holding Pte Ltd.
RRHI sendiri merupakan salah satu kelompok usaha ritel besar di Filipina dengan bisnis yang mencakup supermarket, toko obat, department store hingga berbagai jaringan ritel lainnya.
Sementara itu, keluarga Gokongwei merupakan salah satu keluarga bisnis besar di Filipina yang memiliki kepentingan usaha di berbagai sektor. Bisnis keluarga tersebut antara lain mencakup ritel, makanan dan minuman, penerbangan, telekomunikasi, perbankan, energi hingga properti.
Menurut laporan Forbes yang dicantumkan dalam latar belakang, keluarga Gokongwei bersama perusahaan investasi privat mereka, JE Holdings, memiliki 66,6 persen saham Robinsons Holdings.
(del/sfr)