Bahlil dan Purbaya Ogah Bahas Isu Reshuffle: Tugas Kami Bantu Presiden

CNN Indonesia
Selasa, 11 Agu 2026 19:02 WIB
Bahlil dan Purbaya kompak enggan mencampuri urusan isu perombakan atau reshuffle kabinet yang mungkin dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. (Foto: CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kompak enggan mencampuri urusan isu perombakan atau reshuffle kabinet yang mungkin dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil baru saja menemui Purbaya di kantor Kementerian Keuangan pada Selasa (11/8). Dalam pertemuan tersebut, ia mengaku tidak ada pembahasan sama sekali mengenai reshuffle kabinet.

Keduanya sepakat hanya akan bekerja sebagai pembantu presiden yang bertugas sesuai dengan arahan serta aturan perundang-undangan.

"Tugas kami sebagai menteri itu adalah pembantu presiden. Yang namanya pembantu presiden ya bekerja sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Pak Presiden dan sesuai dengan apa yang diatur dalam undang-undang," ujar Bahlil kepada wartawan usai pertemuan tersebut.

Terkait kemungkinan perombakan kabinet, Bahlil menegaskan hal tersebut murni merupakan hak prerogatif presiden. Ia menyerahkan sepenuhnya segala keputusan kepada Kepala Negara.

"Kita di bawah ini enggak boleh gerakan tambahan. Jangan berpikir, apalagi bertindak melampaui batas kewenangan yang diberikan," ujarnya.

Sementara itu, Purbaya menyatakan pertemuan dengan Bahlil lebih difokuskan untuk memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini tetap aman.

Mereka membahas rencana pembatasan subsidi Pertalite bagi masyarakat kelas atas. Purbaya mengatakan pembatasan subsidi ini secara spesifik menyasar masyarakat yang berada di kelompok desil 9 dan desil 10, yakni kelompok kaya dan sangat kaya.

Selain itu, keduanya juga membahas kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Kementerian ESDM. Menurut Purbaya, kementerian pimpinan Bahlil itu memberikan kontribusi PNBP yang besar.

Realisasi PNBP Kementerian ESDM tercatat mencapai Rp138,40 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut berhasil melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp127,48 triliun.

"Kami fokus memastikan bahwa APBN tahun ini aman karena beliau (Bahlil) memberi kontribusi yang besar untuk PNBP," ujar Purbaya.

Ia mengatakan Kementerian Keuangan bersama Kementerian ESDM juga terus bersiaga menghadapi fluktuasi harga minyak dunia yang berpotensi menekan kas negara. Sinergi ini dilakukan guna menjaga dan memastikan ketahanan APBN tetap aman hingga akhir tahun.

(dhz/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK