Prabowo Wacanakan Amnesti bagi Pengurus BUMN Nakal yang Taubat
Presiden RI Prabowo Subianto melempar wacana pemberian amnesti khusus atau pengampunan bagi pengurus-pengurus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang pernah merugikan negara dan telah mengakui kesalahannya.
Ia akan menghadap ke DPR guna meminta persetujuan dari parlemen atas wacana itu.
"Saya akan minta kalau perlu kita beri juga peluang semacam amnesti khusus untuk mereka yang taubat, sadar, akui. Nah ini saya serahkan ke wakil-wakil rakyat untuk memutuskan," kata Prabowo dalam pidatonya dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jakarta, Jumat (14/8).
Pada saat yang sama, Prabowo juga menggagas pembentukan pengadilan ad hoc khusus mengadili pengurus-pengurus BUMN yang menyimpang.
Lihat Juga :PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN Prabowo: MBG, Bansos dan Hilirisasi Bukan Rencana di Atas Kertas Lagi |
Ia menyebut nantinya pengadilan ad hoc itu dapat mengusut jajaran direksi BUMN dalam 30 tahun ke belakang.
"Mungkin harus kita bentuk suatu pengadilan ad hoc khusus untuk usut pengurus-pengurus, direksi 30 tahun ke belakang," kata dia.
Prabowo mengaku heran banyak perusahaan BUMN yang laporan keuangannya selalu mengalami kerugian. Ia juga menyebut terlalu banyak BUMN yang dinilai tidak produktif.
"Rugi terus, laporannya untung. Ngarang aja itu untungnya itu," ucapnya.