Prabowo Puji 10 BUMN Ini di Pidato Kenegaraan, Berikut Alasannya
Presiden Prabowo Subianto memuji kinerja sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) dalam pidato kenegaraan.
Prabowo menyebut pembenahan BUMN mulai menunjukkan hasil melalui peningkatan laba sejumlah perusahaan pelat merah sepanjang semester I 2026.
Sang Kepala Negara mengatakan pembenahan BUMN dilakukan secara besar-besaran untuk meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Salah satunya menutup perusahaan yang tidak menguntungkan.
Dari 1.074 BUMN, ia memastikan akan ditutup sebanyak 750 perusahaan hingga nantinya menyisakan 300 perusahaan saja.
Lihat Juga :PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN Prabowo Sorot BUMN Tak Produktif: Rugi Terus, Laporannya Untung |
"Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Dengan perampingan jumlah BUMN, hari ini kita telah hemat overhead sekitar Rp50 triliun," ujar Prabowo dalam pidato kenegaraan, Jumat (14/8).
PT Timah
Pujian pertama disampaikan Prabowo kepada PT Timah Tbk yang berhasil mencatat laba Rp2,7 triliun dalam enam bulan pertama 2026.
Angka itu disebut meningkat sembilan kali lipat atau sekitar 900 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Bayangkan dalam 6 bulan tahun 2026 ini, PT Timah telah mencapai keuntungan Rp2,7 triliun. Sembilan kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, artinya naik 900 persen," katanya.
Prabowo mengatakan keuntungan PT Timah yang melonjak berkat pengawasan ketat yang dilakukan pemerintah, terutama dengan menutup 1.000 tambang ilegal di Bangka Belitung.
Lihat Juga :PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN Prabowo Pamer Ojol Makin Sejahtera: Pengemudi Dapat 92 Persen |
Garuda Indonesia
Prabowo juga memuji kinerja positif Garuda Indonesia yang menurutnya sebelumnya berada dalam kondisi sulit dan terancam bangkrut, tapi saat ini berhasil bangkit.
Hal ini lantaran pemerintah mendorong reaktivasi pesawat-pesawat Garuda Indonesia yang sebelumnya tidak beroperasi. Hingga Juni 2026, jumlah pesawat yang berhasil direaktivasi bertambah 20 unit sehingga total menjadi 140 pesawat.
"Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung berkelanjutan," jelasnya..
Prabowo mengatakan apabila tidak terjadi perang di Timur Tengah, Garuda Indonesia sebenarnya sudah berpotensi mencatat keuntungan pada Juli 2026.
"Kita sekarang berharap di awal 2027 mereka sudah mulai untung," imbuhnya.
Lihat Juga :PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN Prabowo Sorot BUMN Tak Produktif: Rugi Terus, Laporannya Untung |
PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) (DSI)
Prabowo juga memuji kinerja PT DSI yang berhasil mengelola devisa hasil ekspor dari tiga komoditas, yakni batu bara, kelapa sawit, dan ferro nikel sejak mulai beroperasi pada 1 Juni 2026.
Menurut Prabowo, hanya dalam waktu dua bulan 13 hari, DSI disebut telah mengelola devisa ekspor senilai US$14 miliar dari tiga komoditas strategis tersebut.
Lebih dari 6.000 transaksi ekspor juga telah dimonitor. Dari pemantauan itu, DSI disebut menemukan potensi tambahan devisa sebesar US$5 miliar yang berasal dari perbedaan dan penyesuaian harga.
"Bayangkan kalau dalam waktu yang akan datang, semua komoditas ekspor kita akan dimonitor dan dikelola oleh DSI. Berapa peningkatan hasilnya akan masuk ke negara," jelas Prabowo.
Bank Emas Indonesia
Prabowo turut membanggakan pengembangan Bank Emas Indonesia yang dijalankan melalui PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia.
Menurutnya, keberadaan Bank Emas ditujukan agar emas Indonesia tidak hanya ditambang di dalam negeri, tetapi juga disimpan dan diperdagangkan di dalam negeri sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Dalam satu tahun beroperasi, Bank Emas disebut telah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun atau setara sekitar US$20 miliar.
"Kekayaan Indonesia harus memperkuat tabungan, pembiayaan, dan perekonomian Indonesia," tegasnya.
BUMN Lainnya
Prabowo juga memuji kenaikan laba sejumlah BUMN lainnya selama enam bulan pertama 2026. Misalnya, PT Semen Indonesia disebut mencatat kenaikan laba bersih 408,9 persen.
Selanjutnya, laba bersih PT Pupuk Indonesia juga dipuji karena berhasil naik 252,8 persen dan laba PT Pertamina naik 86 persen. Kemudian, laba Pegadaian naik 84,4 persen berkat mengelola bank emas.
Disusul kenaikan laba PT Pelindo sebesar 60,4 persen dan laba PTPN yang melonjak 54,4 persen.
(ldy/sfr)