Percepat Efisiensi, Danantara Gabungkan 49 Hotel BUMN di Bawah HIN

CNN Indonesia
Sabtu, 15 Agu 2026 13:20 WIB
BPI Danantara konsolidasikan 49 hotel BUMN di bawah PT Hotel Indonesia Natour untuk efisiensi dan optimalisasi aset. Target 300 perusahaan BUMN akhir tahun ini. (FOTO:Tangkapan layar Youtube Kemenkeu).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengonsolidasikan portofolio 49 hotel milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke dalam satu payung holding di bawah grup PT Hotel Indonesia Natour (HIN). Hal tersebut dilakukan seiring dengan mengakselerasi perampingan (streamlining) dan konsolidasi aset BUMN

CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan konsolidasi aset perhotelan pelat merah tersebut merupakan bagian dari peta jalan restrukturisasi menyeluruh terhadap ribuan entitas BUMN untuk menciptakan efisiensi operasional dan optimalisasi aset negara.

"Kita terus menggabungkan baik itu rumah sakit, hospital, kita punya 137 hotel itu juga kita gabungkan sehingga ini salah satu program yang kita jalankan dengan target akhir tahun ini kita bisa mencapai kurang lebih 300 perusahaan BUMN," ujar Rosan dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pusat Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu), Jumat (14/8).

Rosan memaparkan langkah penataan portofolio hotel ini berjalan bersamaan dengan perampingan entitas BUMN lain. Dari total 1.074 perusahaan BUMN yang ada, pemerintah saat ini telah memangkas sekitar 290 perusahaan melalui skema merger, likuidasi, divestasi, hingga konsolidasi vertikal.

Menurutnya, integrasi tidak hanya menyasar sektor perhotelan dan layanan kesehatan, tetapi juga sektor jasa keuangan dengan menyatukan perusahaan manajer investasi yang sebelumnya tersebar di masing-masing bank pelat merah.

"Target memang pada akhir tahun ini kita bisa mencapai kurang lebih 300 perusahaan BUMN pada akhirnya. Tetapi memang ini harus kami akui pekerjaan yang tidak mudah dan sangat-sangat berat karena harus dilihat dari semua aspeknya," tutur Rosan.

Ia menegaskan perampingan ini bukan sekadar mengecilkan jumlah entitas bisnis, melainkan menata skala ekonomi BUMN agar lebih kompetitif di tingkat regional maupun global.

"Ini memang target kami untuk streamlining sehingga kita bisa menciptakan efisiensi, kita bisa menciptakan, meningkatkan produktivitas, dan mengoptimalkan aset-aset kita yang ada," jelasnya.

(fln/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK