Makan Bergizi Bukan Lagi Mimpi di Siang Bolong

CNN Indonesia
Selasa, 18 Agu 2026 15:00 WIB
Lebih dari sekadar membagikan makanan, MBG juga dipandang sebagai salah satu investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa, khususnya di bidang sumber daya manusia (SDM). (CNN Indonesia/ Farid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Suasana SMP Negeri 23 Surabaya mendadak ramai oleh langkah kaki siswa yang beranjak dari kelasnya ketika jarum jam menunjukkan pukul 08.00 WIB pagi. Di sela jam pelajaran, satu momen kecil namun dinanti selalu datang, pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejumlah siswa kemudian langsung memakai rompi hijau yang bertuliskan 'Kader Kesehatan Remaja SMPN 23 Surabaya' dengan sigap mengawasi kotak demi kotak MBG yang diturunkan dari mobil kelir biru milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Nikmat Barokah Kedung Asem, Rungkut, Surabaya.

Usai ditata dan dihitung jumlahnya, puluhan siswa lain kemudian dipanggil melalui pengeras suara, mereka diminta mengambil kotak-kotak MBG yang sudah diletakkan di meja panjang di tengah sekolah, untuk kemudian dibagikan ke teman-teman sekelasnya. Mereka berbaris rapi, suasana pun jadi riuh dan ceria.

Usai melalui proses pembagian, dan pengujian makanan yang dilakukan oleh guru mereka, para murid pun baru boleh menyantap sepiring MBG, sekitar pukul 09.10 WIB. Tentunya sebelum suapan pertama, seorang guru dari pengeras suara memimpin jalannya doa. Tangan mereka pun menengadah terbuka, berharap makanan itu jadi berkah buat semua.

Setelahnya, aroma gurih bawang goreng dan bumbu pun langsung menyerbak ke penjuru kelas. Sambil diiringi suara gesekan sendok dan kotak makan yang bersahutan. Mata mereka berbinar tak berhenti menatap makanan yang tersaji di depan. Sesekali canda tawa mereka juga menyelip di antara mulut yang terus mengunyah.

Pagi itu, mereka lahap menyantap menu MBG berupa telur rebus bumbu bali, sayur wortel dan bihun, oseng tempe, nasi putih hangat dan buah anggur yang tersaji. Bagi sebagian siswa, momen ini bukan hanya untuk mengisi perut, tapi bagian dari ritme harian yang menopang semangat belajar dan mengejar prestasi.

Eldio Ahmad Bayu Aji, siswa kelas VIII D yang akrab disapa El, adalah salah satu yang merasakan betul manfaat itu. Pagi itu, ia baru saja menerima kotak MBG-nya. Bagi remaja 13 tahun ini, kotak makanan tersebut menyimpan makna lebih dari sekadar menu harian.

"Bagi saya itu MBG itu sangat bermanfaat karena juga sudah termasuk dengan 4 sehat 5 sempurna kan. Jadi lauk pauknya enak, sayurnya juga enak," kata El sambil menunjukkan kotak makanannya.

Kader Kesehatan Remaja SMPN 23 Surabaya, Dengan sigap mengawasi kotak demi kotak MBG yang diturunkan dari mobil kelir biru milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Nikmat Barokah Kedung Asem, Rungkut, Surabaya." title="Sepiring Gizi dan Cerita Anak-Anak yang Merdeka Meraih Prestasi" />Di balik kotak-kotak MBG yang dibagikan setiap pagi, tersimpan energi kecil yang perlahan tumbuh menjadi prestasi.  (Foto: CNN Indonesia/ Farid)

El bercerita, sejak MBG hadir di sekolahnya, ia bahkan tak pernah lagi membawa bekal dari rumah. Menurut El, makanan ini telah menjadi andalan utamanya untuk makan siang.

"Saya setelah makan MBG itu rasa dari badan lebih fresh. Karena perut juga udah mulai terisi kan, konsentrasi jadi lebih bagus gitu," ujarnya.

Di ruang kelas yang riuh oleh obrolan siswa saat jam makan, El mengaku ia dan teman-temannya kerap bertukar cerita seputar menu MBG hari itu.

Energi yang terjaga dari asupan gizi harian itu rupanya berbanding lurus dengan capaian El di dalam maupun luar kelas. Ia selalu menempati peringkat lima besar. Tak hanya itu dia juga tercatat pernah meraih juara 2 tingkat kota dalam ajang Data AI, serta harapan 1 di Lomba Peneliti Belia Surabaya (LPPS), dua prestasi yang menurut gurunya mencerminkan konsistensi belajar yang terjaga baik secara fisik maupun akademis.

Jika El mengandalkan sepenuhnya pada MBG, lain halnya dengan Aliyah Putri Premono, siswa kelas IX SMPN 23 Surabaya, berusia 14 tahun.

Gadis yang akrab disapa Aliyah ini tetap setia membawa bekal dari rumah meski menerima MBG setiap hari. Bukan karena ia meragukan kecukupan gizi dari program tersebut, melainkan karena jadwal kegiatannya yang padat menuntut asupan energi ekstra.

"Ya, aku butuh asupan energi yang lebih banyak," katanya saat ditanya alasan di balik kebiasaannya itu.

Aliyah aktif dalam ekstrakurikuler Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) sejak kelas VII, sebuah kegiatan yang menuntut fisik lebih dari sekadar duduk di bangku kelas. Hal itulah mengapa satu porsi bekal saja belum cukup baginya. Apalagi ia baru bisa pulang atau tiba di rumah pukul 17.00 WIB.

"Terus biasanya banyak kegiatan yang sekiranya sering pulang telat gitu," ujarnya.

Aliyah mengaku mengatur jadwal makannya secara mandiri, agar energinya terjaga sepanjang hari. MBG ia konsumsi lebih dulu di pagi hari. Sedangkan bekal dari ibundanya, ia makan pada waktu istirahat siang, atau menjelang kelas ekstrakurikuler pada sore hari.

"MBG-nya biasanya saya makan dulu MBG, lalu nanti ada istirahat kedua saya baru makan bekal saya," jelas Aliyah

Di rumah, cerita soal MBG juga menjadi obrolan ringan dan hangat bersama keluarga. Aliyah mengaku ibunya selalu penasaran dengan menu yang ia terima setiap hari.

Kader Kesehatan Remaja SMPN 23 Surabaya, Dengan sigap mengawasi kotak demi kotak MBG yang diturunkan dari mobil kelir biru milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Nikmat Barokah Kedung Asem, Rungkut, Surabaya." title="Sepiring Gizi dan Cerita Anak-Anak yang Merdeka Meraih Prestasi" />Sebuah kemerdekaan sederhana yang bisa diraih melalui satu piring gizi penuh nutrisi setiap hari. (CNN Indonesia/ Farid)

"Ma, hari ini MBG-nya chicken katsu gitu. Terus mama saya nanyain, 'kira-kira enak apa enggak?' ya, saya jawab 'enak, mama mau nyoba? nanti saya bawakan gitu," ceritanya sambil tertawa.

Kombinasi disiplin menjaga energi dan asupan gizi yang tercukupi itu berbuah pada prestasi Aliyah di bidang non-akademis. Sebagai danton dalam tim Paskibra SMPN 23, ia beberapa kali mengantar timnya meraih juara, termasuk juara 1 kategori madya di ajang Paskibra tingkat SMP se-Surabaya.

Dua kisah berbeda dari El dan Aliyah menggambarkan satu benang merah yang sama, gizi yang cukup menjadi fondasi bagi anak-anak untuk melangkah lebih jauh, entah itu di ruang laboratorium sains, di atas lapangan upacara, atau di ruang-ruang kelas yang menuntut konsentrasi penuh.

Di balik kotak-kotak MBG yang dibagikan setiap pagi, tersimpan energi kecil yang perlahan tumbuh menjadi prestasi. Sebuah kemerdekaan sederhana yang bisa diraih melalui satu piring gizi penuh nutrisi setiap hari.

Investasi Membangun SDM Berkualitas Indonesia

Bagi sebagian keluarga di Indonesia, menyediakan makanan bergizi setiap hari masih menjadi tantangan. Mulai dari keterbatasan ekonomi, akses terhadap bahan pangan hingga tingginya harga kebutuhan pokok.

Alhasil, pemenuhan gizi anak belum sepenuhnya dapat dilakukan secara optimal. Padahal, kecukupan gizi menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pertumbuhan, menjaga kesehatan, serta meningkatkan kemampuan belajar sejak usia dini.

Melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah berupaya memastikan setiap anak memperoleh akses terhadap makanan bergizi di lingkungan sekolah. Program ini dirancang agar anak-anak dapat menikmati makanan bergizi tanpa bergantung sepenuhnya pada kondisi ekonomi keluarga.

Lewat program MBG, makanan bergizi diharapkan tidak lagi menjadi sesuatu yang sulit dijangkau. Program ini menjadi langkah untuk mengurangi kesenjangan akses gizi sekaligus memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan asupan makanan bergizi.

Dengan demikian, melalui program gagasan Presiden Prabowo Subianto ini, makan bergizi bagi seluruh anak Indonesia bukan lagi sebuah mimpi di siang bolong. Melainkan menjadi kenyataan yang dapat dirasakan setiap hari di lingkungan sekolah.

Kader Kesehatan Remaja SMPN 23 Surabaya, Dengan sigap mengawasi kotak demi kotak MBG yang diturunkan dari mobil kelir biru milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Nikmat Barokah Kedung Asem, Rungkut, Surabaya." title="Sepiring Gizi dan Cerita Anak-Anak yang Merdeka Meraih Prestasi" />Melalui program MBG, pemerintah berupaya memastikan setiap anak memperoleh akses terhadap makanan bergizi di lingkungan sekolah. (CNN Indonesia/ Farid)

Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahardiansah, sepakat dengan program MBG ini, makan bergizi bagi seluruh anak Indonesia tidak lagi menjadi angan-angan yang sulit diwujudkan. Bahkan, menurutnya, program ini merupakan sebuah kemajuan yang dilakukan oleh pemerintahan Prabowo.

"Ya, [makan bergizi bukan lagi mimpi di siang bolong]. Jadi memang ini sebenarnya simbol kemajuan. Ada kemajuan, ada semacam value sebagai bangsa yang naik kelas sebenarnya," kata Trubus kepada CNNIndonesia.com.

Senada, Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P. Sasmita juga menyebut kebutuhan makan bergizi untuk anak Indonesia kini tak bukan lagi sekadar mimpi, tapi bisa diwujudkan lewat program MBG.

"Apakah pemenuhan gizi anak bukan lagi mimpi di siang bolong? Sebenarnya bukan lagi mimpi. MBG membuka peluang untuk keluar dari jebakan stunting kronis," ucap dia.

Lebih dari sekadar membagikan makanan, MBG juga dipandang sebagai salah satu investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa, khususnya di bidang sumber daya manusia (SDM).

Sebab, anak-anak yang tumbuh dengan gizi yang baik diharapkan memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik, lebih siap mengikuti proses belajar, serta mampu mengembangkan potensi mereka secara optimal sebagai generasi penerus Indonesia.

Kader Kesehatan Remaja SMPN 23 Surabaya, Dengan sigap mengawasi kotak demi kotak MBG yang diturunkan dari mobil kelir biru milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Nikmat Barokah Kedung Asem, Rungkut, Surabaya." title="Sepiring Gizi dan Cerita Anak-Anak yang Merdeka Meraih Prestasi" />Program MBG menjadi langkah untuk mengurangi kesenjangan akses gizi sekaligus memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan asupan makanan bergizi. (CNN Indonesia/ Farid)

"(Program MBG) sangat, sangat bagus ya, karena itu kan termasuk kategori program unggulan, unggul untuk menciptakan ini [SDM yang berkualitas]," ucap Trubus.

Sejalan dengan Trubus, Ronny juga menyebut program MBG ini bisa menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang bagi SDM Indonesia.

"Jadi, MBG bisa menjadi bagian dari strategi investasi SDM, tetapi bukan satu-satunya, dan tidak boleh berdiri sendiri," kata dia.

Dengan pelaksanaan yang berkelanjutan, program MBG diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul.

Melalui program ini, makan bergizi bagi seluruh anak pada akhirnya benar-benar menjadi kenyataan, bukan lagi mimpi di siang bolong.

(frd/har)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK