PNM Terus Bergerak dari Posko ke Posko Dampingi Korban Gempa NTT

PNM | CNN Indonesia
Kamis, 20 Agu 2026 20:12 WIB
Foto: Arsip PNM
Jakarta, CNN Indonesia --

Bagi warga yang masih bertahan di pengungsian setelah gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), kebutuhan sehari-hari menjadi persoalan yang tak bisa ditunda.

Kondisi itu mendorong PT Permodalan Nasional Madani (Persero) melalui PNM Peduli untuk bergerak dari satu titik pengungsian ke titik lainnya. Setelah memastikan kondisi karyawan serta memetakan nasabah dan masyarakat terdampak, PNM mulai menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan yang ditemukan di lapangan.

Gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8) berdampak pada 47 unit kerja PNM di wilayah Flores. Hingga pemantauan dilakukan, sebanyak 792 karyawan PNM telah berhasil dikonfirmasi kondisinya. Koordinasi dengan jaringan PNM di daerah juga terus dilakukan untuk memetakan kondisi masyarakat, nasabah, dan Insan PNM yang terdampak.

Respons tersebut diperkuat dengan mengaktifkan tim RESPATI untuk melakukan kajian cepat di sejumlah wilayah. Pada Minggu (16/8), tim mulai bergerak membawa bantuan awal berupa makanan instan dan obat-obatan.

Hasil pemetaan di lapangan menunjukkan kebutuhan warga tidak hanya sebatas pangan. Kelompok rentan di pengungsian juga membutuhkan susu dan popok bayi, pembalut, hingga perlengkapan kebersihan. Bantuan pun disesuaikan agar lebih tepat sasaran.

Pada Senin (17/8), sebanyak 147 paket bantuan senilai Rp144 juta diberangkatkan untuk menjangkau 1.347 penerima manfaat di delapan titik pengungsian dan wilayah terdampak.

"Dalam situasi bencana, kebutuhan masyarakat dapat berubah dengan cepat. Karena itu, PNM Peduli tidak hanya berfokus pada pengiriman bantuan, tetapi terlebih dahulu melihat kondisi dan kebutuhan di lapangan. Kami berharap bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan Insan PNM yang terdampak," ujar Made Dwantara Wijaya, Pemimpin PNM Cabang Denpasar.

Sehari berselang, Selasa (18/8), tim RESPATI bersama PNM Cabang Denpasar kembali menyalurkan bantuan ke wilayah Alok Timur. Bantuan berupa sembako, peralatan kebersihan, dan kebutuhan kesehatan pribadi tersebut bernilai Rp15 juta.

Pergerakan bantuan berlanjut pada Rabu (19/8). Tim PNM Cabang Denpasar bersama RESPATI dan PNM Peduli menjangkau tiga titik pengungsian di Sambi Rampas dan sekitarnya, yakni Posko Golosita, Posko Wangkung, dan Posko Kecamatan Sambi Rampas.

Sedikitnya 1.101 jiwa pengungsi menerima bantuan berupa air mineral, beras, mi instan, telur, sarden, roti, minyak goreng, dan susu. Di Posko Golosita, sebanyak 158 pengungsi yang mayoritas merupakan nasabah PNM Mekaar turut menerima bantuan.

Tak berhenti di posko, PNM Peduli juga mendukung kebutuhan dapur umum di wilayah Reok dan sekitarnya. Sejumlah kebutuhan dasar seperti beras, telur, mi instan, air mineral, roti, minyak goreng, dan bahan makanan lainnya turut dipasok untuk mendukung operasional dapur umum.

Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, bantuan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu warga memenuhi kebutuhan paling dasar. Namun bagi PNM, penanganan dampak bencana tidak berhenti pada distribusi bantuan.

PNM masih terus memantau kondisi karyawan dan nasabah di wilayah terdampak. Bagi nasabah PNM Mekaar, bencana juga dapat berimbas pada terhentinya aktivitas usaha dan menurunnya pendapatan keluarga. Karena itu, kondisi mereka akan tetap menjadi bagian dari pemantauan dalam proses pemulihan.

"Kami ingin memastikan bahwa ketika masyarakat sedang berada dalam situasi sulit, PNM tidak hanya datang membawa bantuan, tetapi juga tetap bersama mereka sampai kondisi berangsur pulih. Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, kami akan terus melihat kebutuhan lanjutan, termasuk bagaimana nasabah dapat kembali menjalankan aktivitas dan usahanya," ujar Direktur Utama PNM, Kindaris.

Melalui PNM Peduli, PNM menyatakan akan terus mengikuti perkembangan kondisi di lapangan dan menjangkau wilayah yang masih membutuhkan dukungan.

Dari satu posko ke posko lainnya, bantuan diupayakan hadir berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Bagi PNM, hadir di tengah bencana bukan sekadar soal menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan warga terdampak mengetahui bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit itu sendirian.

(ory/ory)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK