Danantara Bidik Gen Z Punya Rumah, Cicilan Mulai Rp1 Jutaan

CNN Indonesia
Jumat, 21 Agu 2026 16:40 WIB
BPI Danantara Indonesia membidik Generasi Z (Gen Z), untuk memiliki rumah melalui skema KPR dengan cicilan mulai dari Rp1 jutaan per bulan. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --

BPI Danantara Indonesia membidik Generasi Z (Gen Z), untuk memiliki rumah melalui skema KPR dengan cicilan mulai dari Rp1 jutaan per bulan.

Program tersebut menjadi bagian dari Danantara Housing Expo 2026 yang akan digelar di Nusantara International Convention Exhibition (Nice) PIK 2 pada 27-30 Agustus 2026.

Pameran akan menghadirkan lebih dari 100 ribu unit hunian di berbagai wilayah Indonesia yang bersumber lebih dari 100 pengembang (developer).

Selain itu, pameran juga menawarkan berbagai skema pembiayaan rumah, mulai dari uang muka (down payment/DP) 1 persen, hingga tenor kredit maksimal 30 tahun.

Senior Director Sector Specialist Property & Real Estate Danantara Asset Management Dian Takdir Bardsyah mengatakan skema pembiayaan dalam pameran tersebut memang ditujukan untuk membantu generasi muda kelahiran 1997-2012 dalam memiliki rumah.

"Sebenarnya, skema pendanaan yang kita create itu memang ditujukan terutama untuk Gen Z karena tenornya 30 tahun," ujar Dian dalam konferensi pers Danantara Housing House 2026 (21/8).

Dengan DP hanya 1 persen, Dian mencontohkan calon pembeli dengan nilai rumah Rp250 juta-Rp300 juta hanya membutuhkan uang muka Rp3 juta.

Menurut Dian, dengan tenor 30 tahun, Gen Z dapat mengambil kredit rumah di usia sebelum 30 tahun dan menyelesaikan cicilan sebelum masa pensiun.

Dian menerangkan Danantara Housing Expo 2026 menyediakan lebih dari 130 ribu hunian dari developer BUMN dan swasta.

Pilihan hunian yang ditawarkan mencakup rumah tapak, apartemen, hunian subsidi, hingga hunian berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD). Sejumlah hunian TOD yang ditawarkan berada dekat dengan stasiun KRL dan MRT.

"Untuk hunian-hunian TOD itu, kita ada beberapa seperti di (Stastiun) Pondok Cina dan (Stasiun) Tanjung Barat dari produknya PP dan kita juga ada di Parung Panjang, kita ada di Grand Kamala Lagoon, kita juga sangat dekat dengan KRL Ametis dan Hutama Karya," ujarnya.

Salah satu proyek lainnya yaitu Urbano Bekasi yang berada sekitar 250 meter dari stasiun dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Dian menilai hunian vertikal yang terintegrasi dengan transportasi publik dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang kesulitan membeli rumah tapak di pusat kota.

Ia mengatakan pilihan rumah tapak di pusat kota cenderung lebih mahal karena harga tanah. Sementara, membeli rumah yang lebih murah di luar Jakarta dapat menambah waktu dan biaya perjalanan menuju tempat kerja.

Pameran perumahan itu juga menawarkan hunian ke berbagai segmen masyarakat, mulai dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), kelas menengah, hingga segmen premium.

Untuk segmen MBR, terdapat sekitar 49 ribu unit yang ditawarkan dan tersebar di Jawa dan luar Jawa.

Direktur Consumer Banking BRI Aris Kartanto mengatakan pembiayaan dalam pameran tersebut didukung oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Targetnya, setiap bank pelat merah bisa menyalurkan KPR sekitar Rp200 miliar.

"Yang lebih penting lagi adalah ekosistem perumahan ini bisa bergerak dalam satu event," ujar Aris di tempat yang sama.

Selain DP mulai 1 persen, pembiayaan juga menawarkan suku bunga berjenjang dengan tenor maksimal 30 tahun. Biaya provisi, appraisal, dan administrasi juga gratis selama pameran.

Lebih lanjut, program ini merupakan bagian dari dukungan Danantara Indonesia dan ekosistem BUMN terhadap program 3 juta rumah pemerintah.

(lil/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK