PLN Buka Suara usai Listrik di Makassar dan Sekitar Sulsel Mati
Perusahaan Listrik Negara (PLN) buka suara terkait sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar yang mengalami pemadaman listrik karena adanya pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan.
PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulselrabar menyebut pemadaman dilakukan sebagai bagian dari pengaturan beban untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan.
"Sedang dilakukan pemeliharaan pada infrastruktur ketenagalistrikan yang berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah," kata Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar Niki Rendra Adisetiawan dalam keterangannya, Senin (31/8).
PLN memperkirakan pengaturan beban tersebut berlangsung sekitar dua jam. Namun, durasi pemadaman dapat menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
"Untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan, PLN melakukan pengaturan beban dengan estimasi durasi sekitar dua jam, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan," ujarnya.
Niki mengatakan tim PLN saat ini terus melakukan upaya percepatan agar pasokan listrik di wilayah terdampak dapat segera kembali normal.
Menurut Niki, pemeliharaan dan pengaturan beban tersebut merupakan bagian dari upaya PLN untuk menjaga kestabilan sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan.
"Tim PLN terus melakukan upaya percepatan agar pasokan listrik dapat segera kembali normal," katanya.
PLN pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kondisi tersebut.
"PLN mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan terima kasih atas pengertian serta kesabarannya," ucapnya.
PLN UID Sulselrabar mengimbau masyarakat untuk memahami kondisi tersebut selama proses pemeliharaan dan pengaturan beban berlangsung.
(mir/ins)