Mendag Ungkap Biang Kerok Mahalnya Daging Sapi di Sejumlah Daerah
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut kenaikan harga daging sapi di sejumlah daerah yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) disebabkan oleh masalah distribusi.
Budi mengatakan ada sejumlah wilayah yang masih mencatatkan harga daging sapi sesuai atau bahkan di bawah HET, tetapi ada juga yang di atas.
Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 12 Tahun 2024, Harga Acuan Penjualan (HAP) daging sapi segar paha depan dipatok Rp130 ribu dan paha belakang Rp140 ribu per kilogram (kg).
"Kemarin waktu kita ke Banyuwangi itu harganya Rp140 ribu per kilo. Sukoharjo juga Rp140 ribu. Memang ada daerah yang di atas HET," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8).
Budi menegaskan ketersediaan pasokan daging sebenarnya mencukupi. Perbedaan harga tersebut dipicu oleh distribusi yang kurang merata.
"Pasokannya sebenarnya cukup, tapi distribusinya ini sepertinya yang belum bisa merata," ujar Budi.
Guna mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Perdagangan akan menggencarkan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Menurut Budi, ini bertujuan untuk memastikan pasokan daging terus diguyur secara merata, terutama ke daerah-daerah yang harganya masih di atas HAP.
Langkah kedua adalah mengejar realisasi impor daging sapi dari para importir. Hal ini diperlukan mengingat Indonesia masih bergantung pada pasokan luar negeri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging sapi nasional.
Berdasarkan catatan Kemendag, angka realisasi impor daging sapi beku saat ini baru 43 persen. Budi mengaku telah memanggil seluruh importir daging sapi agar segera mempercepat realisasi impor mereka.
"Daging itu sebagian masih impor kan. Jadi kita kejar itu (realisasi impor dari para importir). Kita sudah memanggil semua importir untuk segera merealisasikan impornya," ujar Budi.
Berdasarkan data SP2KP Kemendag, selama satu bulan ke belakang dari 31 Juli hingga 31 Agustus, harga rata-rata daging sapi paha belakang secara nasional sebesar Rp143.343 per kilogram.
Harga-harga daging sapi paha belakang yang melebih HAP tercatat ada di sejumlah daerah. Contohnya di berbagai provinsi Kalimantan harga per kg dibanderol dari Rp154 ribu hingga Rp168 ribu per kg.
Daerah lainnya ada Aceh yang harganya tinggi sebesar Rp160.114 per kilogram, Yogyakarta Rp155.833 per kg, Papua Pegunungan Rp181.250 per kg, dan Papua Tengah Rp200 ribu per kg.
(dhz/pta)