Mentan Buka Suara soal Tepung Singkong Dipakai Buat Padamkan Karhutla

CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 13:39 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman buka suara soal peluang penggunaan tepung singkong digunakan untuk membantu memadamkan karhutla. (FOTO:CNN Indonesia/Dela Naufalia Fitriyani).
Karawang, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman buka suara soal peluang penggunaan tepung singkong digunakan untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Amran mengatakan pengujian teknologi tepung singkong untuk padamkan karhutla tersebut sebaiknya dilakukan terlebih dahulu oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelum pemerintah membahas kebutuhan bahan bakunya.

"Oh, biarlah dulu BRIN uji coba. Baguslah kalau ada penemuan baru," kata Amran di Karawang, Jawa Barat, Senin (31/8).

Ia mengaku belum memastikan kecukupan stok singkong Indonesia apabila material berbahan tepung singkong nantinya digunakan dalam skala besar untuk mengatasi karhutla. Amran kembali mengatakan pengujian perlu dilakukan terlebih dahulu.

"Biarlah dulu diuji coba. Semakin tinggi teknologi kita semakin bagus, kan. Tapi biarlah diuji coba, kalau itu berhasil sangat bagus," ujarnya.

Meski demikian, Amran menilai peningkatan permintaan terhadap suatu komoditas dapat mendorong petani mengerek produksinya. Ia mencontohkan pengalaman Indonesia dalam memenuhi kebutuhan bahan baku untuk program biodiesel serta komoditas telur ayam.

"Petani sederhana, kalau demand-nya tinggi menguntungkan, berproduksi. Petani Indonesia hebat-hebat," kata Amran.

Ia mencontohkan kekhawatiran produksi minyak sawit mentah (CPO) tidak mencukupi kebutuhan dalam negeri ketika program biodiesel B40 menuju B50. Menurut Amran, peningkatan permintaan justru dapat mendorong petani meningkatkan produktivitas.

"Dulu sewaktu B40 menuju B50 dikatakan bahwa ekspor CPO kita turun. Yang terjadi naik kan? Karena demand-nya tinggi, harga naik, petani memupuk tepat waktu, menjaga, mengairi, hamanya dijaga. Itu petani makin bagus harganya, petani makin lama di lapangan dan produksinya tinggi," ujarnya.

Amran juga menggunakan contoh telur ayam. Ia mengatakan komoditas tersebut sempat dikhawatirkan mengalami kekurangan pasokan, tetapi produksi kemudian meningkat hingga terjadi surplus dan harga turun.

Sebelumnya, Kepala BRIN Arif Satria mengatakan pihaknya masih menguji penggunaan material berbahan tepung singkong untuk penanganan karhutla dalam berbagai skala.

BRIN mulai mengkaji teknologi tersebut setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan inovasi penggunaan bahan berbasis tepung untuk membantu pemadaman karhutla. Hasil kajian awal BRIN menyatakan teknologi tersebut memungkinkan secara teori, tetapi masih perlu diuji dalam skala lebih besar.

BRIN bersama Polri juga tengah menguji komposisi bahan dan metode aplikasinya. Hal itu diperlukan karena penggunaan material untuk kebakaran hutan dalam area luas tidak mungkin dilakukan secara manual.

"Karena yang saat ini kita lihat baru skala kecil ya, sekarang bagaimana untuk skala besar. Untuk skala besar kemudian dari sisi campuran-campuran zat-zatnya maupun dari sisi bagaimana teknik untuk memadamkannya seperti apa. Kan tidak mungkin ditaburi pakai tangan, harus pakai alat-alat tertentu dan sekarang sedang dikaji," kata Arif.

Sebelumnya, Polda Kalimantan Selatan telah menguji cairan berbasis pati singkong yang dicampur amonium polifosfat, air, dan zat pembasah untuk menghambat perambatan api di lahan gambut.

Presiden Prabowo Subianto juga telah meminta teknologi tersebut diuji dalam skala lebih besar untuk mengetahui efektivitasnya dalam menangani karhutla.

(del/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK