Amran Ungkap Kendala Swasembada Bawang Putih: Bibit Terbatas

CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 21:07 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap keterbatasan bibit menjadi salah satu kendala pemerintah dalam mengejar swasembada bawang putih. (Arsip FMB9).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap keterbatasan bibit menjadi salah satu kendala pemerintah dalam mengejar swasembada bawang putih.

Padahal, pemerintah menargetkan komoditas tersebut segera mencapai swasembada dan membidik produksi 40 ribu ton pada 2027.

Amran mengatakan persoalan tersebut bukan terutama soal anggaran. Ia menyebut pihaknya bahkan telah mengirim Direktorat Jenderal Hortikultura ke sejumlah negara untuk mencari sumber bibit bawang putih yang dapat digunakan untuk mempercepat produksi dalam negeri.

"Kami upayakan swasembada secepatnya, karena kita butuh hanya 100 ribu (ton) maksimal, sedangkan padi kan 7 juta (ton). Tapi bukan karena anggarannya, kami bisa pindahkan, bukan karena anggarannya tetapi ini karena bibitnya sangat terbatas," kata Amran dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (1/9).

Menurut Amran, bawang putih memiliki karakteristik berbeda dengan padi dan jagung karena membutuhkan waktu tertentu sebelum dapat kembali dibudidayakan. Ia menyebut tanaman tersebut memiliki masa dorman sekitar enam hingga delapan bulan.

"Kami ingin bergerak cepat, ternyata bibit itu tidak mudah. (Kami) sudah sampai sudah ke China, ke India. Dan yang bisa kita ambil kita ambil, ini untuk maksimal, tapi ini kita bibitkan supaya 2028 bisa lebih besar," ujarnya.

Amran sebelumnya menyampaikan pemerintah akan memperkuat kemandirian pangan dengan memperluas sasaran swasembada, termasuk bawang putih dan susu. Untuk 2027, Kementan menargetkan produksi bawang putih mencapai 40 ribu ton.

Dalam rapat itu, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto meminta Amran tak hanya mengejar ketersediaan bibit, tetapi sekaligus menyiapkan lahan untuk penanaman bawang putih. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar lahan sudah tersedia ketika bibit didapatkan.

Titiek mengatakan Indonesia juga memiliki sumber bibit bawang putih lokal yang dinilai dapat diperbanyak. Ia mencontohkan hasil peninjauan ke Sembalun yang menurutnya memiliki bibit bawang putih berkualitas.

"Kita kan sudah bisa juga menghasilkan bibit-bibit bawang putih yang bagus, kemarin kita sama-sama meninjau ke Sembalun, itu bibitnya kan bagus-bagus. Nah, itu bisa diperbanyak mungkin dari situ," kata Titiek.

Ia juga meminta penyiapan lahan dilakukan bersamaan dengan pencarian dan pengembangan bibit, termasuk untuk wilayah yang sesuai dengan kebutuhan ketinggian tanaman bawang putih.

"Yang perlu juga mungkin penyiapan lahan-lahan baru karena itu kan bawang putih di ketinggian tertentu. Jadi sembari mencari bibit yang bagus, dapetnya bibit, lahan-lahan itu sudah dicari-cari dulu di mana kiranya, jadi begitu ada bibit bisa langsung tandur," ujarnya.

(del/agt)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK