BGN Sebut Korban Keracunan MBG Sidoarjo 512 Orang, 120 Diobservasi

CNN Indonesia
Rabu, 02 Sep 2026 17:31 WIB
Badan Gizi Nasional (BGN) suspensi SPPG Tanggulangin setelah 512 orang keracunan. Fokus pada penanganan korban dan investigasi penyebab keracunan. (FOTO:ANTARA/Umarul Faruq).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal kasus keracunan yang terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin, Kalitengah, Sidoarjo.

BGN menyatakan SPPG atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut dikenai suspensi berat selama 30 hari setelah ratusan orang terdampak usai mengonsumsi makanan MBG.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan berdasarkan hasil investigasi sementara, terdapat 512 orang yang terpapar atau terdampak. Dari jumlah tersebut, 80 orang masih menjalani perawatan, sementara 312 orang telah dinyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit.

"Berdasarkan data yang kami terima dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan, total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang," kata Ketut dalam keterangan resminya, Rabu (2/9).

Ketut mengatakan masih ada 120 orang yang menjalani observasi. BGN juga telah berkomunikasi secara intensif dengan pemerintah daerah serta pimpinan Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang menjadi lokasi terdampaknya para santri.

"Namun demikian, kita masih juga melakukan satu observasi sebanyak 120 orang. Kemudian langkah-langkah yang sudah kita lakukan di bagian ini adalah pimpinan kami di bagian sudah melakukan satu komunikasi secara intensif dengan kepala daerah, kemudian dengan pimpinan pondok pesantren MA (Madrasah Aliyah) dan MTs Manbaul Hikam," ujarnya.

Selain penanganan korban, BGN melakukan investigasi bersama dinas kesehatan untuk mencari penyebab keracunan. Ketut mengatakan hasil investigasi tersebut nantinya akan diumumkan kepada publik.

"Kemudian kami juga melakukan tindakan-tindakan internal. Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan dinas kesehatan terkait. Dan hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan," kata Ketut.

Sebagai langkah sementara, BGN menjatuhkan suspensi berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo Tanggulangin Kalitengah. BGN juga mengusulkan agar kepala SPPG tersebut dicopot dan diganti.

Ketut mengatakan fokus BGN saat ini adalah memastikan kondisi kesehatan para korban yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

"Selanjutnya pada saat ini, kita akan fokus dengan melakukan penyelamatan bagaimana kesehatan dari anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit," kata Ketut.

Kasus keracunan tersebut sebelumnya dilaporkan terjadi setelah ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, mengonsumsi makanan dari program MBG.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebelumnya menyebut jumlah santri yang terdampak mencapai 566 orang per Rabu (2/9). Pemkab juga melakukan pengecekan langsung ke dapur SPPG Kalitengah Tanggulangin.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan terdapat 170 SPPG di wilayahnya. Dari jumlah tersebut, 31 SPPG disebut belum mengantongi izin dan sementara diminta berhenti beroperasi.

"Total berdiri BGN yang ada di Sidoarjo 170. Yang masih belum ada izin, 31, sementara tak suruh berhenti dulu, ya. Tadi kita sampaikan kepada BGN Pusat, jadi betul-betul ada pengawasan yang ekstra. Jangan sampai terjadi hal-hal yang seperti ini lagi," kata Subandi kepada wartawan, Rabu (2/9).

Subandi juga mengatakan kondisi para santri yang sebelumnya dirawat berangsur membaik. Gejala yang tersisa, kata dia, antara lain diare, dan sebagian pasien telah diperbolehkan pulang.

"Sementara hanya diare-diare hari ini juga sudah turun semua. Berarti hampir pasien kita sementara sudah hampir kita nanti sebagian tak suruh pulangkan karena sudah kondisinya agak bagus," ujarnya.

Ia juga membantah kabar mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut setelah mengecek kondisi pasien di tiga rumah sakit rujukan.

"Semua pasien tertangani dengan baik. Ya, berarti kalau ada berita yang meninggal itu tidak benar. Ya, kita sudah kita pastikan ada di tiga rumah sakit, ya. Saya tadi sudah cek sampai dua kali di sini, kita kontrol semuanya sudah tertangani dengan baik," tuturnya.

Subandi meminta para wali santri tetap tenang dan mengatakan rumah sakit telah diarahkan untuk menyelesaikan perawatan sebelum pasien dipulangkan.

"Berarti saya mengimbau dari Bapak wali santri semuanya tidak usah ada kekhawatiran. Sampai anak panjenengan semua akan sembuh. Ya, karena sudah kita instruksikan direktur rumah sakit sampai anak ini selesai semuanya baru kita bolehkan pulang, ya. Jadi tidak usah ada kekhawatiran," pungkasnya.

Sebelumnya, ratusan santri dan pelajar di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis, Selasa (1/9).

Setidaknya ada 566 santri dan pelajar di 19 lembaga pendidikan lain di Tanggulangin yang mengalami keracunan. 88 di antaranya masih dirawat intensif di rumah sakit.

(del/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK