IHSG Diproyeksi Masih Lesu Hari Ini

CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 06:25 WIB
IHSG diperkirakan masih rawan melanjutkan koreksi hari ini (8/9) setelah ditutup melemah 0,25 persen ke level 6.619, disertai tekanan jual yang meningkat. (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Selasa (8/9).

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi setelah ditutup melemah 0,25 persen ke level 6.619, disertai tekanan jual yang meningkat.

"Dalam skenario terburuk, IHSG sudah berada di akhir wave v dari wave (c), sehingga rawan terkoreksi ke area 6.578-6.598," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.561, 6.476 dan resistance 6.705, 6.755 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni HRUM, INKP, MDKA, dan TPIA.

Senada, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat indeks saham masih berada dalam fase koreksi jangka pendek, meski peluang rebound tetap terbuka jika support terdekat mampu bertahan.

"Jika IHSG menembus ke bawah level 6.569, koreksi diperkirakan berlanjut mendekati garis SMA-20. Namun, rebound bisa terjadi lebih cepat apabila support 6.569 tetap bertahan," ujar Ivan.

Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 6.569, 6.496, 6.376, dan 6.230 dan resistance 6.835, 6.916, dan 7.071 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni ADMR, BMRI, dan BRPT.

IHSG ditutup di level 6.619 pada perdagangan Senin (7/9) sore. Indeks saham melemah 16,80 poin atau minus 0,25 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp13,71 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 37,02 miliar saham.

Pada penutupan kemarin, 281 saham menguat, 332 terkoreksi, dan 179 stagnan.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

(del/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK