ANALISIS

Abu Erupsi Anak Krakatau Merembet, Ekonomi RI Ikut Terpapar?

Laurent Nabila Zahra Tanjung | CNN Indonesia
Rabu, 09 Sep 2026 07:55 WIB
Warga membeli masker di Pasar Asemka, Jakarta, Senin (7/9). (CNN Indonesia/Febria Adha L).
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak luas, mengganggu penerbangan dan perekonomian. Ekonom mengingatkan risiko bagi beberapa sektor terkait. (FOTO:CNN Indonesia/Febria Adha L).

Sementara itu, Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita mengatakan sektor yang terdampak selain penerbangan antara lain pariwisata, transportasi dan logistik, perdagangan, perikanan, serta usaha jasa di wilayah terdampak abu vulkanik.

"Pariwisata sangat sensitif karena wisatawan cenderung menunda perjalanan ketika akses dan keamanan terganggu. Perikanan juga bisa terdampak apabila aktivitas melaut, pelabuhan, atau kualitas lingkungan laut terganggu," kata Ronny.

Industri manufaktur juga berpotensi terdampak, terutama yang bergantung pada pasokan bahan baku dengan sistem just-in-time. Menurutnya, efek erupsi perlu dilihat dari multiplier effect.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Satu penerbangan yang dibatalkan bukan hanya merugikan maskapai, tetapi juga mengurangi aktivitas hotel, restoran, transportasi darat, perdagangan dan jasa lainnya," ujarnya.

Kelompok paling rentan adalah masyarakat dan pelaku usaha di wilayah terdampak, termasuk maskapai, hotel, restoran, agen perjalanan, UMKM pariwisata, nelayan, pedagang, perusahaan logistik, dan pekerja harian.

"Bagi pekerja informal, satu atau dua hari kehilangan aktivitas bisa langsung berarti kehilangan pendapatan karena mereka tidak memiliki buffer keuangan yang besar," katanya.

Ronny mengatakan gangguan penerbangan juga dapat menghambat pengiriman barang melalui kargo udara serta mobilitas tenaga kerja, teknisi, pemasok, dan pelaku bisnis. Dampaknya lebih besar bagi barang bernilai tinggi, mudah rusak, atau time-sensitive.

Namun, gangguan penerbangan tidak otomatis mengganggu seluruh distribusi nasional karena Indonesia memiliki sistem logistik multimoda.

"Masalah muncul kalau gangguan berlangsung lama dan terjadi bottleneck pada moda alternatif seperti kapal, kereta atau transportasi darat. Jadi yang harus dilihat adalah kapasitas substitusi antarmoda," jelasnya.

Ia mengatakan gangguan berkepanjangan juga berpotensi mendorong inflasi karena perusahaan harus menggunakan jalur alternatif yang lebih mahal.

"Biaya tambahan tersebut pada akhirnya dapat diteruskan ke harga jual, terutama apabila perusahaan tidak memiliki margin yang cukup untuk menyerap kenaikan biaya," ujarnya.

Meski begitu, Ronny menegaskan erupsi tidak otomatis menimbulkan inflasi nasional signifikan. Dalam jangka pendek, dampak yang lebih mungkin terasa adalah kenaikan harga atau kelangkaan lokal pada barang tertentu.

Dalam jangka pendek pula, dampak nasional terhadap pertumbuhan ekonomi diperkirakan terbatas apabila wilayah dan durasi gangguan kecil. Namun, gangguan yang berkepanjangan dan meluas dapat menekan konsumsi, investasi, perdagangan, dan produktivitas.

Untuk jangka panjang, dampaknya dapat menjadi struktural jika bencana berulang tidak diikuti peningkatan ketahanan ekonomi.

"Jadi yang perlu dihindari adalah temporary shock berubah menjadi permanent economic scarring," katanya.

Ronny mendorong pemerintah fokus menjaga mobilitas, rantai pasok, dan daya beli masyarakat terdampak. Pemerintah perlu menyiapkan jalur transportasi alternatif, memprioritaskan distribusi pangan, energi, obat-obatan, dan kebutuhan dasar, serta memberikan dukungan terarah kepada usaha dan masyarakat yang kehilangan pendapatan.

Ia juga mendorong pemerintah membangun crisis logistics dashboard yang mengintegrasikan informasi penerbangan, pelabuhan, jalan, stok pangan, harga komoditas, dan kapasitas distribusi.

"Jangan menunggu harga naik baru bertindak. Pemerintah harus bergerak berdasarkan early warning," ujarnya.

Menurut Ronny, besarnya dampak ekonomi tidak hanya ditentukan oleh erupsi, tetapi juga kualitas respons pemerintah.

"Bencana alam tidak selalu bisa dicegah, tetapi efek ekonominya bisa diminimalkan," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ins)

HALAMAN:
1 2