Sempat Ditutup, Kini Semua Bandara InJourney Airports Telah Beroperasi

InJourney | CNN Indonesia
Kamis, 10 Sep 2026 11:59 WIB
(Foto: dok InJourney)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyatakan bahwa delapan bandara yang ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Minggu (6/9), termasuk empat yang dikelola InJourney Airports, kini telah kembali beroperasi sepenuhnya dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kesiapsiagaan pelayanan kepada penumpang.

InJourney sendiri memastikan pengoptimalan proses pemulihan dan normalisasi operasional di bandara kelolaan, yaitu Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Husein Sastranegara, dan Bandara Raden Inten II.

Pada periode 5-8 September, terdapat 4.174 penerbangan terdampak yang berimplikasi pada perjalanan 455.754 penumpang. Dari keempat bandara tersebut, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat dampak operasional paling signifikan.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono mengatakan bahwa sejak awal penanganan erupsi Gunung Anak Krakatau, keselamatan dan keamanan penumpang menjadi landasan utama setiap keputusan operasional.

"Keselamatan dan keamanan penumpang senantiasa menjadi prioritas utama kami. Setiap keputusan operasional dilakukan berdasarkan asesmen menyeluruh dan pemantauan berkala, dengan mempertimbangkan kondisi abu vulkanik, hasil paper test, serta informasi dan rekomendasi dari BMKG, AirNav Indonesia, VAAC Darwin, regulator, dan otoritas penerbangan," tutur Maya dalam keterangan resmi, Rabu (9/9).

"Di saat yang sama, kami terus memastikan kesiapsiagaan pelayanan kebandarudaraan dan seluruh aspek keselamatan terpenuhi sesuai standar yang dipersyaratkan," tambahnya.

Setelah melalui rangkaian asesmen dan pemeriksaan keselamatan, Bandara Soekarno-Hatta kembali beroperasi pada 8 September 2026 pukul 00.30 WIB.

Menyusul, bandara-bandara terdampak lain juga dibuka secara bertahap, sejalan dengan hasil pengujian BMKG yang menunjukkan area bandara telah dinyatakan negatif dari paparan abu vulkanik.

Selama periode penutupan, bandara melalui InJourney Airports mengimplementasikan berbagai strategi mitigasi guna menjaga konektivitas penerbangan nasional dan meminimalkan dampak terhadap mobilitas masyarakat.

Salah satunya, dengan melakukan pengalihan penerbangan ke sejumlah bandara alternatif, seperti Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Kertajati.

Sementara, Bandara Kertajati menerima sejumlah penerbangan domestik maupun internasional yang dialihkan dengan dukungan konektivitas lanjutan menuju Jakarta melalui layanan DAMRI dan Whoosh. Adapun YIA dipersiapkan sebagai bandara alternatif untuk melayani pesawat berbadan lebar dengan dukungan transportasi darat.

Maya menjelaskan, berbagai langkah yang ditempuh InJourney selaku Holding BUMN dalam ekosistem aviasi dan pariwisata itu bertujuan memastikan perjalanan masyarakat tetap terhubung.

"Ketika suatu bandara harus ditutup demi keselamatan, kami mengoptimalkan jaringan bandara lain beserta konektivitas transportasi darat agar mobilitas masyarakat tetap terjaga," kata Maya.

Service Recovery Activation (SRA) bagi Penumpang Terdampak

Di sisi pelayanan, InJourney Airports mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) untuk mendukung penumpang selama periode gangguan operasional.

Layanan yang diberikan meliputi penyediaan shuttle bus gratis di Bandara Soekarno Hatta, penyediaan makanan dan minuman ringan, area peristirahatan tambahan agar penumpang dapat beristirahat dengan lebih nyaman, hingga posko siaga untuk pelayanan penumpang di setiap bandara.

Seluruh layanan tersebut diberikan tanpa dipungut biaya bagi penumpang yang memenuhi ketentuan pelayanan. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama maskapai untuk memastikan penumpang memperoleh informasi sesuai regulasi yang berlaku.

Dengan pemulihan pengoperasian seluruh bandara, InJourney berfokus terhadap optimalisasi kualitas pelayanan dan penguatan kesiapsiagaan operasional guna memastikan kelancaran serta kenyamanan perjalanan penumpang.

Berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan, BMKG, AirNav Indonesia, maskapai, otoritas bandar udara, dan seluruh pemangku kepentingan, InJourney juga terus memantau kondisi ruang udara dan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Meski operasional penerbangan telah kembali berjalan, prinsip kehati-hatian tetap diterapkan mengingat sebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti dinamika aktivitas vulkanik dan arah angin.

Secara khusus, Maya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas kesabaran dan pengertian ketika operasional penerbangan dihentikan sementara.

Pada fase recovery dan normalisasi saat ini, InJourney berupaya mengurai seluruh dampak operasional dan mendukung mobilitas masyarakat kembali normal.

"Bersama InJourney Airports, kami akan terus hadir di lapangan, memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholders serta memastikan proses pemulihan berjalan optimal serta memastikan setiap perjalanan penumpang dapat berlangsung dengan rasa aman dan nyaman," tutup Maya.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK