LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Uji Coba Hari Ini, Investasi Rp4,1 T
LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome hingga Manggarai mulai beroperasi secara terbatas hari ini, Kamis (10/9).
Proyek senilai Rp4,1 triliun yang dibangun PT Waskita Karya (Persero) Tbk itu memasuki tahap uji coba sebelum dibuka secara penuh untuk masyarakat.
Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko mengatakan seluruh tahapan pembangunan proyek tersebut telah rampung. Ia memastikan LRT Jakarta Fase 1B telah melalui berbagai rangkaian pengujian sebelum mulai digunakan.
"Kami bersyukur akhirnya masyarakat dapat segera merasakan langsung sarana transportasi LRT Jakarta Fase 1B yang kami bangun penuh ketelitian dan perhitungan demi memberikan pengalaman terbaik bagi penumpang. Kami percaya, setiap meter jalur LRT merupakan bagian dari tanggung jawab Waskita Karya sebagai kontraktor," ujar Paulus dalam keterangan resmi, Kamis (10/9).
Menurut Paulus, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi prioritas selama proses pembangunan.
Hal itu tercermin dari capaian 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan (lost time injury) dalam pengerjaan proyek LRT Jakarta Fase 1B.
"Capaian tersebut menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan proyek yang berada di tengah padatnya lalu lintas Jakarta serta ruang terbatas seperti pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. Hal ini turut memperkuat rekam jejak kami sebagai BUMN Konstruksi dengan pengalaman lebih dari 65 tahun membangun beragam infrastruktur," jelasnya.
LRT Jakarta Fase 1B memiliki jalur sepanjang 6,4 kilometer dengan lima stasiun baru. Kelima stasiun tersebut yakni Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.
Seluruh stasiun dirancang untuk terintegrasi dengan moda transportasi umum lainnya. Salah satunya Stasiun Manggarai yang terhubung langsung dengan KRL Commuter Line, layanan Transjakarta, serta kereta bandara menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Pada periode pertama, 10-16 September 2026, layanan LRT Jakarta Fase 1B diperuntukkan bagi undangan, seperti perwakilan warga, lembaga, Key Opinion Leader (KOL), serta jurnalis.
Setelah periode pertama, uji coba dilanjutkan pada 17 September-2 Oktober 2026. Pada periode kedua tersebut, LRT Jakarta akan beroperasi selama tujuh jam per hari, yakni pukul 09.00-16.00 WIB, dan sudah dapat digunakan masyarakat serta komunitas yang melakukan registrasi terlebih dahulu.
Selanjutnya, uji coba umum akan berlangsung pada 12 Oktober-30 November 2026. Pada tahap ini, LRT Jakarta Fase 1B akan beroperasi selama 17 jam, mulai pukul 05.30 hingga 00.20 WIB.
Dalam uji coba umum tersebut, seluruh stasiun akan diaktifkan. Jumlah penumpang juga tidak dibatasi dan masyarakat tidak lagi diwajibkan melakukan registrasi.
Paulus mengatakan kehadiran LRT Jakarta Fase 1B diharapkan memperkuat konektivitas transportasi di Ibu Kota sekaligus mendukung modernisasi sistem transportasi perkotaan.
"Waskita Karya merasa bangga bisa terus mengawal perkembangan Ibu Kota Jakarta menjadi lebih modern, sehingga tidak kalah dengan kota-kota di negara lain. Kami meyakini, kehadiran LRT tidak hanya mendukung konektivitas perkotaan tapi juga akan berdampak positif terhadap lingkungan karena mengurangi emisi karbon, sehingga mendorong target Net Zero Emission (NZE) pemerintah," pungkas Paulus.
(ldy/sfr)